Terhubung dengan kami

Pendidikan

Tangis Haru Iringi Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Kumala

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Suasana haru dan penuh emosional menyelimuti halaman UPT SPF SDN Kumala saat prosesi pelepasan siswa kelas VI digelar pada Kamis (5/6/2026). Setelah enam tahun menimba ilmu dan tumbuh bersama di lingkungan sekolah, para siswa resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Acara pelepasan yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu dihadiri Kepala SDN Kumala Sultan Abadi, S.Pd., M.Pd., seluruh guru, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta para murid yang akan mengakhiri masa belajar mereka di sekolah tersebut.

Sejak awal acara, suasana kebersamaan dan rasa kehilangan sudah terasa. Banyak orang tua terlihat mengabadikan momen terakhir anak-anak mereka mengenakan seragam sekolah dasar, sementara para guru tampak berusaha menahan rasa haru yang semakin kuat seiring berjalannya acara.

Kepala SDN Kumala, Sultan Abadi, secara resmi melepas para siswa dengan menyampaikan pesan yang penuh makna. Dalam sambutannya, ia mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama para murid selama enam tahun terakhir.

“Enam tahun kebersamaan kita di SDN Kumala tentu meninggalkan banyak kenangan yang tidak akan terlupakan. Saya berharap anak-anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dapat terus menjaga nama baik sekolah, menjaga akhlak, dan terus berprestasi di mana pun berada,” ujarnya.

Sultan Abadi mengaku bangga melihat perkembangan para siswa yang dahulu datang sebagai anak-anak kecil yang belum mengenal banyak hal, kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan siap melangkah menuju masa depan.

Momen yang paling menyentuh terjadi ketika perwakilan kelas VI yang akrab disapa Umy menyampaikan pesan perpisahan di hadapan seluruh hadirin.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia berpesan kepada teman-temannya agar tidak melupakan jasa para guru yang selama ini mendidik dan membimbing mereka.

“Anak-anakku yang akan berpisah, bukan berarti kita harus berpisah selamanya. Jika suatu saat kalian sudah sukses, ingatlah guru-guru kalian. Jika bertemu di jalan, sapalah guru kalian. Jangan pernah melupakan tempat di mana kalian belajar dan dibesarkan,” ucapnya.

Pesan tersebut sontak membuat suasana semakin emosional. Sejumlah siswa terlihat menundukkan kepala sambil mengusap air mata. Tidak sedikit pula orang tua yang ikut larut dalam suasana haru.

Di penghujung acara, para siswa mempersembahkan sebuah lagu perpisahan yang menjadi puncak emosi seluruh rangkaian kegiatan. Lantunan lagu yang dibawakan dengan penuh penghayatan seakan menggambarkan perjalanan panjang kebersamaan mereka selama enam tahun terakhir.

Suara tangis mulai terdengar dari berbagai sudut halaman sekolah. Para siswa saling berpelukan, sementara guru-guru yang selama ini mendampingi mereka tak lagi mampu menyembunyikan kesedihannya. Air mata mengalir saat mengenang berbagai kenangan yang telah terukir bersama.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga rumah kedua yang menghadirkan ikatan emosional antara guru dan murid.

Enam tahun kebersamaan yang telah dilalui kini harus berakhir, namun kenangan, kasih sayang, dan pelajaran hidup yang ditanamkan akan terus melekat dalam perjalanan para siswa menuju masa depan.

Dengan penuh doa dan harapan, keluarga besar SDN Kumala melepas langkah para lulusan untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi, sembari menyimpan kenangan indah yang akan selalu hidup dalam hati mereka.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending