Terhubung dengan kami

POLITIK

IAS Resmi Kembalikan Formulir, Kantongi 22 Dukungan DPD II Menuju Ketua Golkar Sulsel

Dipublikasikan

pada

Calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi mengembalikan formulir pendaftaran kepada Tim Penjaringan Calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel,
IAS Selangkah Lagi Pimpin Golkar Sulsel Usai Kantongi Dukungan Mayoritas

KATADIA MAKASSAR || Calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi mengembalikan formulir pendaftaran kepada Tim Penjaringan Calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Jumat (17/7/2026).

IAS datang dengan membawa dukungan mayoritas pemilik suara. Sebanyak 22 rekomendasi dari DPD II Partai Golkar se-Sulsel, ditambah dukungan dari organisasi pendiri dan seluruh organisasi sayap Partai Golkar, diserahkan sebagai syarat pencalonan.

Dengan dukungan tersebut, IAS hampir dipastikan melaju sebagai calon tunggal dan berpeluang terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulsel.

“Alhamdulillah hari ini kami antarkan rekomendasi dukungan sebagai syarat pencalonan sebanyak 22 rekomendasi dari DPD II, juga ada rekomendasi dari organisasi pendiri dan seluruh sayap partai,” ujar IAS usai menyerahkan formulir.

IAS menyampaikan apresiasi kepada seluruh DPD II Partai Golkar Sulsel yang telah memberikan dukungan. Menurutnya, soliditas kader menjadi modal penting untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan sesuai arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

“Semangat teman-teman dari DPD II adalah memberikan yang terbaik bagi partai dalam menghadapi Pemilu 2029. Saya juga yakin mereka tegak lurus terhadap arahan ketua umum untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel,” katanya.

Mantan Wali Kota Makassar itu juga menilai diskresi yang diberikan Ketua Umum DPP Partai Golkar kepadanya merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya mengapresiasi diskresi yang telah diberikan oleh ketua umum. Diskresi ini melahirkan tanggung jawab besar yang telah diberikan kepada saya. Saya akan menjalankan amanah ketua umum DPP dengan penuh tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel pada Pemilu 2029 mendatang,” tegasnya.

Menanggapi dinamika pencalonan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, termasuk batalnya Munafri Arifuddin mendaftarkan diri karena tidak memenuhi persyaratan mekanisme penjaringan, IAS menilai hal tersebut merupakan bagian yang lazim dalam proses demokrasi internal partai.

Menurutnya, setelah proses penjaringan selesai, seluruh kader memiliki tanggung jawab yang sama untuk memperkuat konsolidasi dan menjaga persatuan demi membesarkan Partai Golkar.

“Dinamika itu biasa terjadi dalam musyawarah. Tetapi setelah itu, Golkar selalu melakukan konsolidasi untuk menyatukan langkah. Itu menjadi tanggung jawab kita sesama kader Golkar dalam membesarkan partai ke depannya,” pungkas IAS.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending