KATADIA JAKARTA || Napoleon Hill Indonesia (NHI) resmi mengangkat Dr. Zulkarnain Hamson sebagai Direktur Pengembangan Bisnis (Business Development Director), efektif mulai 7 Juli 2026. Pengangkatan tersebut diumumkan melalui rilis resmi yang ditandatangani Chief Executive Officer (CEO) PT Napoleon Hill Indonesia, Dato Mohammad Azhar Abdullah, di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dalam keterangannya, Dato Mohammad Azhar Abdullah menyampaikan bahwa pengangkatan Dr. Zulkarnain merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengembangan pendidikan, kepemimpinan, dan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Napoleon Hill Indonesia atau NapHill Indonesia merupakan lisensi resmi dari The Napoleon Hill Foundation yang berfokus pada pelatihan dan pengembangan diri berdasarkan 17 Principles of Success, yang diadaptasi dari karya klasik Napoleon Hill, Think and Grow Rich.
“Pelatihan kami menggunakan metodologi yang diadaptasi dari buku klasik karya Napoleon Hill, Think and Grow Rich,” ujar Dato Azhar Abdullah melalui sambungan WhatsApp usai dikonfirmasi mengenai pengembangan bisnis NHI.
Ia menjelaskan, selama ini NHI telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan program pendidikan dan pengembangan kepemimpinan.
Menurut Azhar, kehadiran Dr. Zulkarnain Hamson menjadi langkah penting dalam memperkuat peran NHI dalam menghadirkan pendidikan pengembangan diri yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Kehadiran Dr. Zulkarnain Hamson menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen NHI untuk menghadirkan pendidikan pengembangan diri dan kepemimpinan yang berdampak bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Azhar mengungkapkan, rencana pengangkatan Dr. Zulkarnain sebenarnya telah disusun sejak 2021. Namun, proses tersebut sempat tertunda akibat situasi sosial yang dipengaruhi pandemi Covid-19.
“Pertimbangan utama pengangkatan oleh manajemen karena Dr. Zulkarnain Hamson dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan yang kami tetapkan,” jelasnya.
Usai kembali dari Singapura, Azhar memastikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan telah dikirimkan kepada Dr. Zulkarnain. Ia menilai pengalaman panjang Dr. Zul sebagai akademisi dan mantan jurnalis menjadi nilai tambah bagi pengembangan organisasi.
“Sebagai seorang akademisi dan mantan jurnalis yang aktif, Dr. Zul memiliki kepedulian yang besar terhadap dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman, integritas, dan dedikasi beliau saya harapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan Napoleon Hill Indonesia,” ungkapnya.
Saat ini, Napoleon Hill Indonesia diperkuat oleh sejumlah akademisi dan instruktur nasional serta telah membangun kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Azhar optimistis penguatan struktur organisasi akan mendukung pencapaian visi perusahaan dalam mencetak lebih banyak pemimpin, profesional, dan wirausahawan yang berkarakter.
“Saya optimistis NHI akan melangkah semakin kuat dalam mewujudkan visi membangun lebih banyak pemimpin, profesional, dan wirausahawan yang berkarakter, berprestasi, serta berorientasi pada kesuksesan yang bermakna,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Zulkarnain Hamson mengaku menerima tawaran bergabung dengan NHI setelah melalui pertimbangan yang cukup panjang.
Menurutnya, sosok Napoleon Hill memiliki kedekatan historis dengan profesi yang pernah dijalaninya sebagai jurnalis sebelum menjadi akademisi.
“Napoleon Hill adalah seorang jurnalis profesional yang kemudian beralih menjadi motivator dalam dunia pendidikan, pelatihan, dan bisnis. Tiga tahun saya pikirkan dan akhirnya saya memutuskan menerima bergabung dalam manajemen NHI,” kata Dr. Zul.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan menemui pimpinan universitas tempat dirinya mengajar untuk menyampaikan penugasan barunya di Napoleon Hill Indonesia.
“Saya kira tidak ada masalah, karena prinsip kerja kami sama, yakni pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ke depan, Napoleon Hill Indonesia menargetkan perluasan jaringan ke sejumlah provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Ekspansi tersebut dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026.
“Setelah Sulawesi, kami akan memperluas jaringan ke Maluku, Maluku Utara, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara,” pungkas Azhar.