Terhubung dengan kami

Kab Barru

Bupati Barru Ajarkan Kejujuran dan Disiplin kepada Anak-anak di Tengah Krisis Air

Dipublikasikan

pada

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengajarkan kejujuran, disiplin, dan hidup sehat kepada anak-anak saat Operasi Kemanusiaan Kekeringan 2026 di Padongko.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari,

KATADIA BARRU || Ada cara sederhana yang dilakukan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari untuk menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan hidup sehat kepada anak-anak di Lingkungan Padongko, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Selasa sore (18/8/2026).

Di sela kegiatan Operasi Kemanusiaan Kekeringan 2026 yang dilaksanakan PMI Kabupaten Barru, Andi Ina bersama Ketua PMI Kabupaten Barru Muhammad Yulianto Badwi menyapa dan berdialog langsung dengan anak-anak yang berada di lokasi.

Bupati mengawali percakapan dengan pertanyaan sederhana. Ia menanyakan apakah anak-anak mandi setiap hari sebelum berangkat sekolah serta apakah ketersediaan air di rumah mereka cukup untuk kebutuhan mandi.

Anak-anak menjawab dengan polos. Dari jawaban yang beragam itu, Andi Ina kemudian memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kejujuran sejak usia dini.

“Kalau anak-anak kecil itu, harus dari kecil belajar jujur, enggak boleh bohong,” pesan Bupati.

Dialog tersebut juga dikaitkan dengan kegiatan distribusi air bersih yang tengah dilakukan PMI. Andi Ina menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah bersama PMI merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi kemarau.

“Ini untuk ada air yang mau dikasih ke orang tuanya biar airnya cukup buat minum,” ujar Andi Ina.

Ia juga mengingatkan anak-anak agar menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan cukup minum, khususnya saat cuaca panas dan musim kemarau.

Belajar Disiplin Sebelum Menerima Cokelat

Suasana semakin meriah ketika perhatian anak-anak tertuju pada cokelat yang hendak dibagikan Bupati. Namun, cokelat tersebut tidak langsung diberikan.

Andi Ina terlebih dahulu meminta anak-anak membentuk barisan. Anak laki-laki dan perempuan diarahkan berada di barisan masing-masing. Mereka juga diminta untuk tidak saling mendorong agar seluruh anak mendapatkan bagian.

“Jangan dorong-dorong, semua dapat,” kata Bupati.

Dengan sabar, Andi Ina mengatur barisan hingga anak-anak berdiri lebih tertib. Ketika mereka mampu mengikuti arahan, Bupati memberikan apresiasi.

“Anak-anak ini pintar, mau dengar Ibu Bupati,” ujarnya.

Momen tersebut menjadi pembelajaran sederhana mengenai kedisiplinan sekaligus pentingnya menghargai hak orang lain.

Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sebelum cokelat dibagikan, Andi Ina kembali mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Kali ini, mereka menyanyikan lagu tentang Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

Namun, Andi Ina menekankan bahwa kebiasaan tersebut tidak cukup hanya dihafalkan atau dinyanyikan.

“Tidak hanya dinyanyikan, harus dikerjakan,” pesannya.

Anak-anak kemudian menyanyikan kembali tujuh kebiasaan tersebut dengan penuh semangat.

Bagi Andi Ina, interaksi bersama anak-anak menjadi bagian dari pendekatan sederhana untuk membangun karakter generasi muda. Di tengah kegiatan kemanusiaan membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau, anak-anak juga diajak memahami pentingnya hidup bersih, sehat, tertib, jujur, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.

Sore itu, anak-anak tidak hanya membawa pulang cokelat. Mereka juga mendapatkan pesan sederhana dari Bupati Barru: jujur sejak kecil, hidup sehat, tertib, dan membiasakan hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending