Terhubung dengan kami

Pendidikan

Kisah Perjuangan Risnawati, Siswi SMPN 26 Makassar yang Rela Berjalan Kaki Demi Menggapai Cita-cita

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Perjuangan meraih pendidikan tak pernah mudah bagi Risnawati Yusman. Siswi kelas VII UPTD SPF SMPN 26 Makassar itu setiap hari harus berjalan kaki menempuh perjalanan menuju sekolah demi tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Risnawati tak pernah menyerah. Putri kedua dari pasangan Muh. Subur, seorang buruh harian, dan Sri Wahyuni ini tumbuh dalam keluarga sederhana dengan enam bersaudara. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus menuntut ilmu.

Setiap pagi, Risnawati berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, begitu pula saat pulang. Rutinitas itu telah menjadi bagian dari kesehariannya tanpa pernah dikeluhkan. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Perjuangan tersebut akhirnya menarik perhatian pihak sekolah. Kepala UPTD SPF SMPN 26 Makassar, Nurdin, S.Pd., SH., M.Pd., memberikan bantuan berupa satu unit sepeda dan paket buku tulis sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang dialami siswanya.

Dengan sepeda tersebut, Risnawati kini dapat menempuh perjalanan menuju sekolah dengan lebih mudah, aman, dan menghemat waktu. Bantuan itu diharapkan mampu menjadi penyemangat agar ia terus berprestasi dan tidak lagi terbebani oleh jarak tempuh yang harus dilalui setiap hari.

Kepala sekolah menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak tanpa terhalang kondisi ekonomi maupun keterbatasan sarana.

“Setiap anak memiliki mimpi yang layak diperjuangkan. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa keterbatasan ekonomi maupun jarak tempuh tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Semoga sepeda ini menjadi penyemangat bagi Risnawati untuk terus belajar, berprestasi, dan menggapai cita-citanya,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Risnawati yang tinggal di Jalan Andi Tonro, Makassar, mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Baginya, sepeda tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan wujud perhatian dan kepedulian yang memberinya semangat baru untuk terus mengejar impian.

Kisah Risnawati menjadi potret bahwa di balik keterbatasan masih ada tekad yang kuat untuk meraih pendidikan. Perjalanan panjang yang selama ini ditempuh dengan berjalan kaki menjadi bukti bahwa semangat belajar mampu mengalahkan berbagai rintangan, sementara kepedulian dari lingkungan sekitar dapat menjadi jembatan yang mendekatkan seorang anak pada cita-citanya.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending