KATADIA MAKASSAR || SMK Negeri 5 Makassar mulai mempersiapkan penerapan pembatasan penggunaan gawai atau handphone di lingkungan sekolah sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.
Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan di SMKN 5 Makassar pada Senin mendatang. Pihak sekolah telah menyiapkan loker atau tempat penyimpanan khusus handphone di setiap kelas agar penggunaan gawai selama proses pembelajaran dapat dikendalikan.
Kepala SMKN 5 Makassar, H. Amar Bachti, S.Pd, menyampaikan hal tersebut usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid SMKN 5 Makassar, Jumat (7/8/2026).
Menurut Amar, kebijakan pembatasan penggunaan gawai tidak berarti melarang siswa membawa atau menggunakan teknologi digital secara keseluruhan. Penggunaan gawai tetap dimungkinkan untuk kebutuhan pembelajaran dan kepentingan tertentu sesuai aturan yang ditetapkan sekolah.
Hal ini sejalan dengan kebijakan Kemendikdasmen yang menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai bukan merupakan pelarangan, melainkan upaya mengatur pemanfaatan teknologi digital secara bijak, aman, bertanggung jawab, dan mendukung proses pendidikan.
“Anak-anak sekalian, perlu kita pahami bersama bahwa setelah penggunaan handphone selesai, perangkat tersebut harus kembali disimpan di lokasi atau tempat penyimpanan HP yang telah disediakan,” ujar Amar di hadapan para siswa.
Ia mengatakan, sekolah telah mulai melakukan pemasangan loker penyimpanan HP di masing-masing kelas. Targetnya, seluruh kelas sudah memiliki tempat penyimpanan tersebut sebelum kebijakan diberlakukan.
“Mulai hari Senin yang akan datang, kita sudah memberlakukan aturan sebagaimana edaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pembatasan penggunaan gadget di sekolah,” katanya.
Selain menyiapkan tempat penyimpanan HP, SMKN 5 Makassar juga memperkuat sistem pengawasan lingkungan sekolah dengan mengaktifkan seluruh kamera pengawas atau CCTV yang tersedia.
Amar menyebut, sekolah saat ini memiliki sekitar 50 unit CCTV yang ditempatkan di berbagai titik lingkungan sekolah.
“Untuk mendukung keamanan, kita juga akan mengaktifkan seluruh CCTV yang ada. Alhamdulillah, sekolah kita sudah memiliki kurang lebih 50 CCTV. Jadi, pergerakan kalian sebenarnya terpantau,” tegasnya.
Menurut dia, keberadaan CCTV bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti siswa, tetapi sebagai instrumen pengamanan sekaligus membantu sekolah ketika terjadi persoalan di lingkungan sekolah.
Ia mencontohkan ketika terdapat barang siswa yang tertinggal atau hilang. Rekaman CCTV dapat membantu pihak sekolah mengetahui kronologi kejadian sekaligus memastikan keberadaan barang tersebut.
“Tujuan penggunaan CCTV bukan untuk menakut-nakuti. CCTV ini justru untuk memberikan rasa aman dan membantu kita ketika terjadi sesuatu,” jelasnya.
Amar juga mengingatkan siswa agar segera melaporkan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) atau bagian kesiswaan jika menemukan barang milik temannya yang tertinggal.
Menurutnya, mengambil barang dengan alasan mengamankan tetap harus disertai dengan laporan kepada pihak sekolah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kalau memang niatnya mengamankan barang milik teman, seharusnya segera dilaporkan kepada guru BK atau bagian kesiswaan. Sampaikan bahwa ada barang milik teman yang tertinggal,” katanya.
Ia menegaskan, sekolah tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan pencurian.
“Saya tegaskan kembali, ada beberapa hal yang tidak bisa kita toleransi di sekolah. Salah satunya adalah pencurian. Kita tidak boleh membiarkan perilaku mencuri terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Amar.
Dalam arahannya, Amar tidak hanya menyampaikan mengenai aturan penggunaan gawai. Ia juga mengingatkan para siswa pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan selama berada di lingkungan sekolah.
Ia berharap hubungan baik antarsiswa dapat terus terpelihara meskipun nantinya mereka telah lulus dan menempuh jalan masing-masing.
“Kalian adalah saudara selama berada di sekolah ini. Ketika nanti kalian sudah berpisah, melanjutkan pendidikan, bekerja, berkeluarga, dan mencapai kesuksesan masing-masing, semoga kalian tetap mengingat kebersamaan yang pernah dibangun di sekolah,” tuturnya.
Amar juga mengingatkan siswa untuk menghormati orang tua dan guru. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga akhlak dan sikap dalam kehidupan.
Ia meminta siswa tidak melupakan jasa orang tua yang telah membesarkan dan mendukung mereka hingga dapat mengenyam pendidikan.
“Jangan pernah melupakan orang tua. Jangan sampai ada di antara kalian yang menyakiti atau durhaka kepada kedua orang tua. Sebab, keridaan Allah bergantung pada keridaan orang tua,” katanya.
Guru, lanjutnya, juga harus dihormati sebagai orang tua selama siswa berada di lingkungan sekolah.
“Anggaplah guru sebagai orang tua kalian di sekolah. Saling menghargai antara kakak dan adik kelas, antara kelas XII dan kelas XI, maupun seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Selain disiplin penggunaan gawai dan menjaga hubungan antarsiswa, Amar turut menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Ia mengatakan SMKN 5 Makassar memiliki lingkungan yang cukup luas, sekitar empat hektare. Karena itu, tanggung jawab menjaga kebersihan tidak hanya berada pada petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah.
“Siapa yang bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan sekolah? Jawabannya adalah kita semua. Tidak terkecuali kepala sekolah, guru, staf, maupun seluruh siswa,” katanya.
Menurut Amar, kebiasaan menjaga kebersihan yang dibangun di sekolah diharapkan dapat terbawa hingga ke rumah dan menjadi bagian dari perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap seluruh siswa SMKN 5 Makassar dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, berakhlak baik, sekaligus memiliki kompetensi yang mumpuni.
“Kalian harus memiliki disiplin, akhlak yang baik, serta kompetensi yang luar biasa. Dengan karakter dan kompetensi tersebut, ketika kalian memasuki dunia kerja, kalian akan mampu bersaing dan diterima di mana pun kalian bekerja,” ujarnya.
Amar menegaskan, pembentukan karakter dan kompetensi siswa merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah dalam mempersiapkan lulusan menghadapi masa depan.
“Itulah harapan kami sebagai orang tua dan guru. Kami akan terus mendoakan kalian agar sehat, dimudahkan dalam setiap langkah, dan kelak menjadi orang-orang yang sukses serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.