KATADIA MAKASSAR || Program iuran sampah gratis yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus diperluas. Kebijakan tersebut kini semakin banyak dirasakan masyarakat, termasuk warga Kecamatan Tamalanrea.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan, pembebasan iuran sampah harus berjalan beriringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Hal itu disampaikan Appi saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Tamalanrea di kawasan Tallasa City, Sabtu (5/9/2026) malam.
“Di Tamalanrea, sebanyak 5.366 rumah dengan daya listrik 450 VA hingga 900 VA tercatat telah menerima manfaat program pembebasan iuran sampah sejak 2025,” ujar Appi.
Pada 2026, cakupan program kembali diperluas. Pemkot Makassar mulai menyasar rumah tangga dengan daya listrik hingga 1.300 VA, dengan potensi tambahan penerima mencapai 7.135 kepala keluarga (KK).
Dengan perluasan tersebut, total potensi penerima program iuran sampah gratis di Kecamatan Tamalanrea diperkirakan mencapai 12.501 KK.
Tak Hanya Bebaskan Iuran
Menurut Appi, kebijakan pembebasan iuran sampah tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan keringanan kepada masyarakat. Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan melibatkan masyarakat secara aktif.
Karena itu, Pemkot Makassar terus mendorong gerakan pemilahan sampah mulai dari sumbernya. Pengelolaan sampah berbasis kelurahan, RT dan RW juga diperkuat agar penanganan persoalan sampah tidak sepenuhnya bergantung kepada pemerintah.
“Apa kita lakukan, bagaimana kita menjaga lingkungan untuk tetap bersih, memanfaatkan apa yang ada sehingga sistem pengelolaan sampah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” imbuh Appi.
Mantan CEO PSM tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan persoalan lingkungan secara maksimal apabila masyarakat tidak ikut mengambil peran sejak dari rumah.
Karena itu, Appi meminta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan atau program pemerintah. Menurutnya, pengelolaan sampah harus menjadi kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.
“Banyak sekali program-program pemerintah yang harus dikerjasamakan baik dengan masyarakat juga dengan pihak-pihak lain,” tuturnya.
“Sehingga terbangun ruang-ruang kolaborasi untuk mengisi pembangunan, khususnya yang ada di Kota Makassar ini,” tambah Munafri.
Dorong Urban Farming
Selain persoalan sampah, Appi juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan terbatas melalui pengembangan urban farming.
Menurutnya, pemanfaatan lahan perkotaan untuk kegiatan pertanian dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu menjaga lingkungan sekaligus mendukung ketersediaan dan kemandirian pangan masyarakat.
Program tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang dilakukan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Appi berharap perluasan penerima iuran sampah gratis dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesadaran warga untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Dengan kebijakan pembebasan iuran tidak sekadar memberikan keringanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih partisipatif,” tutup Appi. (*)