Terhubung dengan kami

TNI/POLRI

Kasat Lantas Polres Barru Dorong Kolaborasi Atasi Masalah Lalu Lintas di Barru

Dipublikasikan

pada

KATADIA BARRU || Kasat Lantas Polres Barru, AKP Ida Ayu Made Ari Suastini, S.H., bersama Kanit Kamsel IPDA Ade Luthfi, menggelar Forum Group Discussion (FGD) guna mendukung terciptanya situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif dan menekan angka fatalitas kecelakaan selama Operasi Keselamatan Pallawa 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Happiness, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, ini menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Balai Jalan. Pada Rabu 12 Februari 2025

Dalam FGD tersebut, AKP Ida Ayu Made Ari Suastini memaparkan sejumlah permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Ia menyebutkan banyaknya lampu jalan yang tidak berfungsi di sepanjang jalan poros Barru, dari Parepare hingga Pangkep.

Selain itu, pohon-pohon yang terlalu rimbun dan rawan tumbang, serta jalan berlubang yang terus muncul kembali, juga menjadi perhatian.

Satlantas Polres Barru juga menerima laporan terkait penebangan pohon tanpa pembuangan sisa-sisa tebangan, pemadaman lampu traffic light di Pekkae selama satu minggu, dan median jalan yang terbongkar akibat hujan dan banjir yang kemudian digunakan warga sebagai jalur putar balik.

Sebagai upaya pencegahan, Satlantas Polres Barru telah memasang spanduk himbauan dan memberikan teguran kepada kendaraan yang parkir di badan jalan.

Moch Fadly R. Pawae, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barru, menambahkan bahwa panjangnya lintasan di Kabupaten Barru (78 km) dan kurangnya rest area menyebabkan banyak pengendara berhenti di badan jalan, meningkatkan risiko kecelakaan.

Ia juga menyoroti kurangnya penerangan jalan di beberapa titik dan kerusakan jalan, termasuk median jalan yang terbuka akibat banjir di sepanjang ruas Butung hingga Bojo.

Fadly juga mengungkapkan kendala dalam penambahan rambu-rambu dan marka jalan, serta masalah truk yang parkir di depan kantor Kejaksaan.

Terkait angkutan umum (ompreng), koordinasi dengan Polda dan Ditlantas masih terkendala izin trayek karena persyaratan badan hukum.

Almaida Djumed dari Jasa Raharja menyampaikan komitmen untuk berkolaborasi dengan Satlantas Polres Barru dalam sosialisasi ke sekolah-sekolah guna menekan angka kecelakaan dan memberikan santunan kepada korban kecelakaan sesuai ketentuan.

Andi Paisal, mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup, menyatakan akan berkoordinasi dengan BPBD untuk menangani pohon yang rawan tumbang.

Sementara itu, Hulki dari Balai Jalan menjelaskan bahwa pembukaan median jalan akibat banjir disebabkan oleh keberadaan rel kereta api.

Pihaknya telah mengusulkan pembuatan box kalper di daerah rawan banjir, namun terkendala penolakan dari masyarakat dan kepala desa.

FGD ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya bersama untuk menciptakan keselamatan lalu lintas yang lebih baik di Kabupaten Barru. Berbagai permasalahan yang diidentifikasi akan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang komprehensif (**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending