KataDia, Watampone – Menciptakan usaha untuk memberdayakan produk lokal dan konvensional tidaklah sulit bagi sosok pria bernama Alfian T Anugerah walau berawal dari Ketua suatu organisasi LSM kemudian menjadi politikus sebagai Anggota DPRD Bone dan akhirnya menjadi Pengusaha Direktur CV. Patappulo Company yang bergerak dibidang Pengadaan barang dan Jasa
Artinya Company bahwa melatar belakangi istilah yang pernah digunakan VOC jaman Belanda, Semua produk ada.
Perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa itu akhirnya resmi melakukan suatu usaha yang ditandai peresmian kantor atau Grand Opening Patappulo Company yang beralamat di Jalan Durian, Kelurahan Jeppe’E, Kecamatan Tante Riattang Barat oleh Bupati Bone, Andi Fahsar M.Padjalangi Jumat (29/01/2021).
Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi dalam sambutannya Sangat memberi apresiasi kehadiran Patappulo sebab ditengah perekonomian lagi lesuh Pattappulo justru hadir dengan semangat yang tinggi oleh putra daerah dengan memberdayakan kearifan lokal namun tidak hadir untuk suatu spekulasi dan tidak mengorbankan regulasi yang ada dan bisa memberdayakan perusahaan yang ada
Grand Opening ditandai dengan pengguntingan pita yang juga dihadiri seluruh Forkopimda dan pelaku usaha.
Dukungan pemerintah diapresiasi oleh Pimpinan Patappulo dengan berucap syukur Alhamdulillah grand opening sudah dilaksanakan. Itu merupakan tanda baik. Artinya pemerintah daerah mendukung pengusaha lokal,” katanya Alfian yang memang sering memunculkan ide kreatif dia pulalah orang ikut andil dalam pembuatan Kawali La Mangkau Patappulo Panre. Sementara bisnisnya ini melayani pembelanjaan yang menggunakan uang negara.
Alfian menambahkan Patappulo merupakan perusaahan lokal yang dimana lebih kepada melayani pembeli yang belanja menggunakan uang negara.
Semua produk ada ditawarkan dengan sistem perdagangan berbeda dengan pertokoan yang ada.
Sebab bisnisnya ini lebih mengedapankan investasi, dan sangat yakin bisa mengambil hati pengadaan yang diadakan pemerintah daerah sampai di tingkat desa.
“Uang negara kan butuh Laporan Pertanggungjawaban (Lpj),” sebutnya.
Pria yang memiliki tiga orang anak dari istri Sri Rejeki Andriani berencana akan membuat 40 gerai Patappulo Mart sesuai dengan analisis kebutuhan masyarakat di bawah, sekaligus mengajak para pemuda ikut berkontribusi bagi Bone terkait menjaga ekonomi stabil di tengah pandemi.
“Komitmen di Pattapulo mart nantinya yakni 30 persen produk lokal dan 70 persen produk konvensional,” ungkap Alfian.
Alfian juga menjelaskan Patappulo Company Office dimana Company diambil dari nama VOC perusahaan Belanda bukan pasukan tentara akan bermitra dengan pemerintah daerah, di mana salah satu perusahaan wajib pajak yang mempermudah pelayanan Laporan Pertanggung jawaban keuangan yang menggunakan uang negara,
“kita di sini tidak menjual barang secara langsung seperti toko- toko lain nya, kami hanya melayani pesanan dari pihak konsumen apa saja mereka butuhkan, dengan menggunakan tanda bukti berupa faktur, bukan nota ‘ CV Patappulo keberadaan nya sebagai terminal pengadaan barang dan jasa, juga melayani permintaan dalam partai banyak, siapa saja bisa membeli barang ke CV Patappulo terbuka untuk umum selain pemerintah daerah , dengan harga terjangkau, daripada beli di luar sana biayanya mahal.
Bagi pemerintah daerah yang punya program kerja butuh barang maupun jasa kita ladeni meskipun belum ada dana awal, karena kita tahu bahwa anggaran proyek pemerintah daerah tidak serta merta turun setiap bulannya, biasanya pertriwulan ataukah persemester.
Kita bisa bijaki Ambil barang, belakangan bayarnya kalau termin sudah cair.harapan saya sebagai direktur perusahaan, CV Pattappulo Company Office punya beberapa anak perusahaan bergerak di berbagai bidang” ujarnya.
Alfian juga tak lupa berucap terima kasih pada doa ibunya, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan sejawatnya serta tentunya Bupati Bone, tutup nya
Laporan Andi Syafri Azis