Terhubung dengan kami

Kab.Gowa

Lapas Narkotika Sungguminasa Gelar Pembinaan Kepribadian Melalui Pembelajaran Bahasa Arab

Dipublikasikan

pada

Sebanyak 43 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak antusias mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian berupa kelas pembelajaran Bahasa Arab di Masjid Al-Ikhlas dalam Lapas.

KATADIA GOWA || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Kamis (04/12). Sebanyak 43 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak antusias mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian berupa kelas pembelajaran Bahasa Arab di Masjid Al-Ikhlas dalam Lapas. Program ini menjadi salah satu upaya lapas untuk mengisi hari-hari warga binaan dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah.

​Kelas Bahasa Arab ini melibatkan para peserta magang sebagai pemateri utama. Kolaborasi ini menciptakan suasana belajar yang interaktif dan komunikatif. Para peserta magang membagikan ilmu tata bahasa dan kosakata dasar Arab yang sangat berguna untuk memperdalam pemahaman WBP terhadap bacaan salat dan Al-Qur’an.

​Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi keagamaan para warga binaan. Bahasa Arab dipandang sebagai kunci utama dalam mendalami ilmu agama Islam. Dengan memahami bahasa sumbernya, diharapkan para WBP tidak hanya sekadar bisa membaca kitab suci, namun juga memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman perbaikan diri.

​Seluruh rangkaian kegiatan berjalan di bawah pengawasan dan pendampingan ketat dari petugas Pembina Kepribadian. Kehadiran pembina memastikan proses transfer ilmu berjalan tertib dan materi yang disampaikan sesuai dengan kurikulum pembinaan mental spiritual yang telah ditetapkan oleh pihak Lapas.

​Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif pembelajaran Bahasa Arab ini. Pemahaman agama yang baik dimulai dari pemahaman bahasanya. Harapannya, ilmu ini dapat memperhalus budi pekerti warga binaan dan menjadi bekal spiritual yang kuat bagi mereka,” ujar Gunawan.

​Melalui program edukasi religius yang berkelanjutan ini, Lapastika berkomitmen mencetak warga binaan yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tembok penjara tidak membatasi semangat untuk menuntut ilmu dan memperbaiki kualitas diri di hadapan Tuhan maupun masyarakat.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending