KATADIA MAKASSAR || Forum Sekolah Dasar Adiwiyata Kota Makassar memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kota Makassar tahun 2026 dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri”.
Kegiatan dilaksanakan secara daring pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 08.00 hingga 09.30 WITA, dan diikuti melalui nonton bareng (nobar) oleh guru dan siswa di sekolah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh narahubung, Juli Astutik, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Rappocini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh satuan pendidikan dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP., M.Si., menyampaikan komitmen berkelanjutan dunia pendidikan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam upaya pengurangan sampah di lingkungan terdekat.
Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah kompleks harus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi agar program kepedulian lingkungan dapat berjalan konsisten dan berdampak nyata.
“Komitmen menjaga lingkungan harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mulai dari lingkungan terdekat, sekolah harus menjadi contoh dalam pengurangan sampah,” ujarnya.
Arahan dan motivasi kemudian disampaikan oleh Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa Munafri. Ia mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik.
Menurutnya, persoalan sampah yang setiap hari mengalami penumpukan dan bahkan melampaui kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi tantangan serius yang membutuhkan kesadaran kolektif.
“Kepedulian terhadap sampah harus ditanamkan sejak dini agar generasi mendatang memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan,” pesannya.

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Sekolah Dasar se-Makassar Gaungkan Kolaborasi untuk Indonesia Asri
Sebagai bentuk implementasi tema kolaborasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan rencana aksi dan inovasi dari perwakilan lima sekolah, yakni:
-
Kompleks Mangkura: Budidaya maggot sebagai pengurai sampah organik.
-
Kompleks Mangasa: Kampanye peduli sampah di sekitar pasar.
-
Kompleks Kaluku Bodoa: Daur ulang pot bunga dari bahan bekas.
-
Kompleks Rappojawa: Program Sedekah Sampah.
-
Kompleks Hartaco: Program TEBA (Tempat Embun Beraksi/konsep pengelolaan sampah berbasis sekolah).
Melalui berbagai inovasi tersebut, sekolah-sekolah di Makassar menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung gerakan pengurangan dan pengelolaan sampah berbasis pendidikan.
Peringatan HPSN 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi lintas sekolah dalam mewujudkan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.