Terhubung dengan kami

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Target Nasional 2029

Dipublikasikan

pada

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan sinergi dan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menuntaskan persoalan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

KATADIA MAKASSAR || Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan sinergi dan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menuntaskan persoalan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal ini tercermin dari kehadirannya dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting bagi Munafri—yang akrab disapa Appi—untuk memperkuat komitmen melalui penandatanganan kesepakatan bersama pengelolaan sampah dan strategi KIE, bersama 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dalam upaya percepatan penanganan sampah.

“Pemerintah Kota Makassar tentu berkomitmen dalam mengatasi persoalan sampah dan berkontribusi signifikan dalam pencapaian target nasional pengelolaan sampah pada 2029,” ujar Appi.

Rakor ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, serta dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto.

Usai penandatanganan komitmen bersama, para kepala daerah mengikuti pemaparan Ary Sudijanto terkait arah dan strategi kebijakan nasional dalam reformasi pengelolaan sampah. Dalam paparannya, Ary menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan penyelesaian persoalan sampah secara nasional pada tahun 2029.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penghapusan praktik open dumping serta penguatan pengelolaan sampah dari hulu melalui pemilahan di tingkat sumber.

“Bapak Presiden mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, di mana salah satunya adalah bagaimana kita bisa mengatasi permasalahan sampah. Pada RPJMN 2025-2029, kita bersama-sama menargetkan bahwa di akhir periode tersebut, persoalan persampahan dapat diselesaikan,” jelas Ary.

Dalam pemaparannya, Ary juga menyoroti capaian sementara Kota Makassar yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kinerja pengelolaan sampah, terutama jika mampu mengakhiri praktik open dumping dan memperkuat sistem pengelolaan dari hulu ke hilir.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham telah melakukan berbagai langkah strategis dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah. Upaya tersebut meliputi penguatan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dengan koordinasi hingga tingkat kelurahan dan RT/RW.

Selain itu, Pemkot Makassar juga tengah melakukan transformasi pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Manggala dari sistem open dumping menuju sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar juga telah menandatangani komitmen proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi modern dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu mendorong percepatan penanganan sampah di Kota Makassar sekaligus mendukung target nasional menuju Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan pada 2029.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending