Terhubung dengan kami

Pendidikan

Kepala SDN Barang Caddi Curhat Soal Krisis Air, Jadi Tantangan Menuju Sekolah Adiwiyata

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Keterbatasan air tawar menjadi kendala utama bagi SDN Barang Caddi, Kepulauan, dalam upaya menuju program Sekolah Adiwiyata.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SDN Barang Caddi, Nuraeni, saat mengikuti Forum Adiwiyata Sekolah Kota Makassar yang dirangkaikan dengan penyusunan soft file dan aplikasi SIDIA di Gedung Erlangga, Selasa (5/05).

Dalam forum tersebut, Nuraeni mengungkapkan kesulitan yang dihadapi sekolahnya, terutama terkait akses air bersih yang sangat terbatas.

Ia bahkan menyampaikan kebingungannya untuk memulai langkah menuju Adiwiyata, mengingat sekolahnya belum pernah sama sekali mengikuti program tersebut.

“Kami sangat kesulitan dan masih bingung mulai dari mana, karena sekolah belum pernah masuk program Adiwiyata. Tapi kami sangat ingin dan berkomitmen untuk ikut,” ujarnya di hadapan para pemateri.

Menurutnya, konsep Adiwiyata yang berbasis lingkungan hijau menjadi tantangan tersendiri bagi SDN Barang Caddi. Pasalnya, kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah pesisir membuat vegetasi sangat terbatas. Bahkan, hanya satu jenis pohon yang mampu tumbuh di lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, persoalan air bersih menjadi beban tambahan. Sumber air di sekolah berupa sumur memiliki rasa asin akibat pengaruh air laut yang berada tepat di belakang sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan air tawar, pihak sekolah harus membeli air dengan harga Rp3.000 per jerigen.

“Untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi saja, kami harus membeli air per jerigen. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami,” jelas Nuraeni.

Meski demikian, semangat untuk mewujudkan sekolah berbasis lingkungan tetap tinggi. Dukungan pun datang dari pemateri forum, Juli Astutik, yang mengapresiasi tekad dan perjuangan Kepala SDN Barang Caddi.

Juli menyarankan agar sekolah memulai dari langkah sederhana, seperti menyusun perencanaan awal secara bertahap. Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan dasar telah dijelaskan dalam proses penyusunan soft file Adiwiyata.

“Mulailah perlahan dari awal, susun rencana dasar terlebih dahulu. Semua tahapan sudah dijelaskan, tinggal bagaimana diimplementasikan secara bertahap,” ujar Juli.

Forum ini diharapkan menjadi titik awal bagi SDN Barang Caddi untuk mulai berbenah dan secara bertahap memenuhi kriteria sebagai Sekolah Adiwiyata, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending