KATADIA TAKALAR || Belum banyak yang mengetahui bahwa Kabupaten Takalar memiliki Proyek Strategis Nasional (PSN) bernama Kawasan Industri Takalar (KITA). Kawasan ini digadang-gadang menjadi mercusuar baru perekonomian Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Takalar.
Kawasan industri seluas 2.800 hektare yang berpusat di Laikang, Kecamatan Mangarabombang ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang mencakup zona industri, pelabuhan, hingga permukiman.
KITA sendiri telah ditetapkan sejak 2020 melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, dan kembali masuk dalam daftar PSN pada September 2025 sesuai Permenko Nomor 16 Tahun 2025.
Saat ini, pengelolaan kawasan berada di bawah PT Kawasan Industri Tiran, dengan fokus pengembangan pada industri hilirisasi, termasuk logam non-besi serta pengolahan rumput laut.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus, meyakini kawasan industri tersebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai kehadiran industri akan membuka lapangan kerja baru sekaligus memicu tumbuhnya berbagai sektor usaha pendukung.
“Masuknya beberapa industri yang akan dibangun di Takalar membutuhkan bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya lain,” ujarnya.
Dengan posisi strategisnya, Takalar diproyeksikan menjadi simpul penting dalam jalur industri dan logistik kawasan timur Indonesia. Kawasan ini dirancang sebagai kawasan industri pesisir terpadu yang mengedepankan sektor maritim dan perikanan berkelanjutan, termasuk pengolahan hasil laut dan fasilitas cold storage.
Selain itu, pengembangan juga mencakup sektor logistik dan perkapalan, energi terbarukan, hingga infrastruktur hijau pesisir. KITA nantinya akan terhubung dengan jalur logistik regional seperti Makassar, Gowa, Takalar, hingga Jeneponto, serta pelabuhan laut dalam yang direncanakan menjadi gerbang ekspor baru di Sulawesi bagian selatan.
Pakar ekonomi regional dari Universitas Hasanuddin, Ahmad Rifai, menilai penetapan Takalar sebagai PSN merupakan pengakuan strategis terhadap potensi pesisir selatan Sulawesi sebagai pusat baru hilirisasi industri.
“PSN bukan sekadar label, tetapi tanggung jawab. Kesiapan lahan, infrastruktur, dan sumber daya manusia lokal harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Sejumlah manfaat diharapkan hadir dari pengembangan Kawasan Industri Takalar, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga perluasan akses perdagangan. Selain itu, pertumbuhan UMKM dan peningkatan infrastruktur seperti jalan, listrik, dan air bersih juga menjadi dampak positif yang ditargetkan.
Dalam laporan “Rebalancing Indonesia’s Industrial Policy 2025” oleh LPEM FEB UI, kawasan industri di luar Pulau Jawa, termasuk Takalar, dinilai memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi baru berbasis potensi lokal.
Sementara itu, melalui laman resminya, Tiran Nusantara Group menyatakan bahwa pengembangan KITA menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membuka akses ekonomi bagi masyarakat yang selama ini relatif terisolasi, sekaligus menghadirkan kemajuan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal.
Pengembangan industri berbasis akuabisnis dan agrobisnis, khususnya sektor rumput laut, menjadi prioritas utama. Selain membuka peluang usaha baru, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pelatihan, pendampingan, dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Dengan berbagai potensi tersebut, Kawasan Industri Takalar diyakini akan membawa daerah ini menuju kemandirian ekonomi serta pertumbuhan yang lebih maju dan berkelanjutan.