KATADIA MAKASSAR || Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pelatihan Instruktur Nasional di kompleks Universitas Muhammadiyah Makassar, 25–29 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas, kompetensi, dan profesionalitas instruktur dalam mengawal proses perkaderan Muhammadiyah.
Selama lima hari, para peserta mendapatkan penguatan mengenai pengelolaan pelatihan, metodologi perkaderan, kepemimpinan, dinamika kelompok, serta pengembangan metode pembelajaran yang partisipatif.
Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam pelatihan tersebut adalah pengelolaan outbound sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Pendekatan ini dipandang penting karena proses pendidikan kader tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran teoritis di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang kemudian direfleksikan untuk menemukan nilai-nilai pembelajaran.
Dalam sesi outbound, peserta tidak sekadar mengikuti permainan dan tantangan kelompok. Mereka juga dilatih merancang, memandu, mengamati, dan mengevaluasi setiap aktivitas agar memiliki tujuan edukatif yang jelas.
Berbagai simulasi dirancang untuk melatih komunikasi, kerja sama tim, rasa saling percaya, kedisiplinan, kemampuan memecahkan masalah, serta solidaritas antarpeserta. Dengan demikian, outbound tidak berhenti sebagai kegiatan rekreatif, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan.
Para peserta juga secara langsung mempraktikkan peran sebagai instruktur dalam menghadapi kelompok dengan karakter yang beragam. Proses tersebut berlangsung dinamis dan interaktif, sekaligus menjadi pengalaman bagi peserta untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan tanpa mengabaikan tujuan dan target pelatihan.
Dalam proses perkaderan Muhammadiyah, instruktur memiliki posisi penting. Perannya tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator, pendamping, motivator, sekaligus penggerak proses pembelajaran.
Melalui Pelatihan Instruktur Nasional ini, MPKSDI PP Muhammadiyah mendorong lahirnya instruktur yang adaptif, kreatif, dan profesional. Penguatan metode pembelajaran berbasis pengalaman diharapkan dapat memperkaya model perkaderan Muhammadiyah agar semakin aktif, reflektif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan serta tantangan zaman.(**)