Terhubung dengan kami

Pendidikan

Kepala SDN Rappocini Pelopori Tempat Sampah Daur Ulang, Gerakan Meluas hingga Perumahan di Makassar

Dipublikasikan

pada

Inovasi sederhana dalam pengelolaan sampah yang diprakarsai Kepala SD Negeri Rappocini, Juli Astutik, S.Pd., M.Pd.,
Kepala SDN Rappocini pelopori tempat sampah daur ulang

KATADIA MAKASSAR || Inovasi sederhana dalam pengelolaan sampah yang diprakarsai Kepala SD Negeri Rappocini, Juli Astutik, S.Pd., M.Pd., berhasil menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Berawal dari kebutuhan menyediakan tempat sampah terpilah di lingkungan sekolah, gerakan tersebut kini meluas hingga ke kawasan permukiman.

Tempat sampah yang dibuat memanfaatkan barang-barang bekas seperti tutup kipas angin dan tutup ember yang sudah tidak terpakai. Bahan-bahan tersebut dirakit menjadi tempat sampah sederhana, praktis, dan fungsional untuk menampung botol plastik maupun gelas plastik bekas. Sabtu 25 Juli 2026

Melalui edukasi yang diberikan kepada para Ketua RT dan warga sekitar sekolah, inovasi tersebut mendapat sambutan positif. Gerakan pemilahan sampah kemudian berkembang ke lingkungan Perumahan Graha Indah Famili dan Perumahan Castell Premium di kawasan Waduk Pampang, Kota Makassar.

Juli Astutik mengatakan, pengelolaan sampah tidak harus dimulai dengan fasilitas yang mahal. Barang-barang bekas yang selama ini dianggap tidak berguna justru dapat dimanfaatkan kembali menjadi sarana pemilahan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di Perumahan Graha Indah Famili, Juli Astutik juga mendapat amanah dari RT 05 RW 01 Kelurahan Borong sebagai pelopor sekaligus koordinator pengelolaan lingkungan. Melalui peran tersebut, ia terus mengedukasi warga mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Pendekatan yang dilakukan dengan memberikan contoh langsung melalui tempat sampah hasil daur ulang ternyata menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat bahkan mulai memesan tempat sampah serupa untuk digunakan di lingkungan masing-masing.

Gerakan ini dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan pengelolaan sampah berbasis sumber. Terlebih, mulai 1 Agustus, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang melarang praktik open dumping, sehingga pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Melalui inovasi sederhana tersebut, Juli Astutik berharap semakin banyak sekolah dan lingkungan permukiman yang memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai guna. Selain membantu mengurangi timbulan sampah plastik, langkah ini juga membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari keluarga dan masyarakat.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending