KATADIA, BULUKUMBA || Pondok pesantren Hidayatullah Bulukumba, Sulawesi Selatan, menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan pemahaman santri dan warga terkait ilmu syar’i dengan menyelenggarakan daurah fiqih selama sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Acara ini diadakan setiap sore hari sekitar 45 menit menjelang buka puasa dan diikuti oleh segenap santriwan dan santriwati, warga pesantren, serta beberapa kaum muslimin-muslimat yang ikut buka bersama.
Acara daurah fiqih ini diisi dengan kajian Fikih Muamalah oleh Ustadz Dr. Misjaya Muhammad Khairun, M.Pd.I, seorang alumni Sekolah Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dan Dosen STAI Albayan Hidayatullah Makassar.
Selama daurah berlangsung, Ustadz Misjaya Khairun akan membahas berbagai topik terkait ilmu fiqih yang sangat penting bagi kehidupan seorang muslim.
Ketua Yayasan Al A’raf – Pondok Pesantren Hidayatullah Bulukumba, Ustadz Suparman, S.Pd, mengatakan bahwa acara ini menjadi bukti keseriusan pesantren dalam meningkatkan pemahaman santri dan warga terkait ilmu syar’i. Kamis 20 April 2023
Lebih lanjut, Ustadz Suparman berharap bahwa santri tidak hanya hebat dengan ilmu umum, tetapi ilmu diniyyahnya juga harus jauh lebih hebat.
Selama sepuluh hari terakhir Ramadhan, santri Hidayatullah Bulukumba sengaja tidak dibiarkan pulang ke rumah, agar mereka tetap bisa menikmati penghujung Ramadhan dengan berbagai bentuk amaliyah (ibadah-ibadah) dalam bulan penuh berkah tersebut. Setelah shalat Iedul Fitri dilaksanakan, mereka baru akan berlibur ke rumah masing-masing
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Hidayatullah Bulukumba akan melaksanakan shalat Iedul Fitri bersama warga setempat di pelataran halaman kampus pesantren Hidayatullah Dusun Batua, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Ustadz Dr. Misjaya Muhammad Khairun, M.Pd.I akan bertindak sebagai imam sekaligus khatib pada acara tersebut.
Acara daurah fiqih dan shalat Iedul Fitri bersama warga setempat menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Hidayatullah Bulukumba tidak hanya fokus pada pendidikan umum, tetapi juga memberikan perhatian serius pada pendidikan agama dan keagamaan.
Semoga acara ini dapat menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di Indonesia untuk memberikan perhatian serius pada pendidikan agama dan keagamaan.
Laporan AF