Rabu, Juli 24, 2024

DPPKB Makassar Tingkatkan Upaya Percepatan Penurunan Stunting hingga Nol Persen pada 2024

KATADIA,MAKASSAR || Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Syahruddin, menyampaikan perkembangan terbaru terkait program percepatan penurunan stunting hingga Desember 2023.

Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Makassar, Syahruddin menekankan bahwa stunting telah menjadi program prioritas nasional yang diusung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Target penurunan stunting dari 27,6% pada 2019 menjadi 14% pada 2024 menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Syahruddin menjelaskan, “Presiden telah memberikan mandat kepada BKKBN sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

” Peraturan ini menetapkan lima strategi nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting, yang diuraikan Syahruddin dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sipakalebbi.

Lima strategi tersebut meliputi:
1. Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di semua tingkatan pemerintahan.
2. Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.
3. Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di berbagai tingkatan pemerintahan.
4. Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.
5. Penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, penelitian, dan inovasi.

Menindaklanjuti peraturan ini, BKKBN mengeluarkan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI).

Peraturan ini mengarahkan tindakan penanganan stunting yang melibatkan berbagai pihak di pusat, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.

“Makassar berkomitmen mencapai target penurunan kasus stunting pada tahun 2024 hingga nol persen atau zero stunting,” ujar Syahruddin. pada Senin 5 Februari 2024

“Komitmen dan visi Pemerintah Kota Makassar adalah mewujudkan Makassar sebagai KOTA DUNIA yang ‘SOMBERE DAN SMART CITY’ dengan imunitas yang kuat untuk semua.”

Sebelumnya, PJ Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berperan aktif dalam aksi percepatan penurunan angka stunting. Firman menekankan pentingnya upaya keras dari berbagai pihak lintas sektor dengan mengoptimalkan capaian intervensi spesifik berdasarkan bukti.

“Intervensi spesifik yang dimaksud termasuk optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal, edukasi tentang pentingnya imunisasi, dan ASI eksklusif,” jelas Firman. Ia menambahkan bahwa langkah percepatan penurunan stunting harus melibatkan koordinasi hingga tingkat kelurahan dan RT/RW.

Firman juga mengungkapkan rencana untuk membentuk relawan di kecamatan yang akan mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk stunting, serta monitoring peran Puskesmas dan Posyandu di Kota Makassar. Pelatihan bagi SDM kesehatan, khususnya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), akan ditingkatkan untuk mendukung langkah ini.

“Dengan langkah-langkah tersebut, kami berharap dapat mencapai zero stunting pada tahun 2024 dan menyukseskan program prioritas pemerintah pusat,” pungkas Firman.(**)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Sorry Bro