Terhubung dengan kami

Citizen Report

PKM Nasional ADPERTISI Tingkatkan Pendapatan Keluarga di Pallantikang Maros

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAROS || Desa dan kelurahan di Kota Maros dan sekitarnya ramai dengan kehadiran ratusan dosen dari kampus swasta yang tergabung dalam Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) pada Sabtu, 13 Juli 2024. Mereka mengikuti Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional ke-6.

Para dosen peserta pengabdian dilepas secara resmi oleh Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, di ruang pola Kantor Bupati Maros. Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang membawa informasi dan inovasi yang menginspirasi, memotivasi, dan memberi semangat kemajuan.

Kelompok 6 PKM Nasional ADPERTISI ditempatkan di Kelurahan Pallantikang Maros dengan tema “Pemberdayaan Perempuan di Bidang Industri Rumah Tangga untuk Mendukung Peningkatan Pendapatan Keluarga dan Pengembangan serta Produktivitas Industri Rumah Tangga.”

Kegiatan ini diadakan di rumah salah satu warga Kelurahan Pallantikang karena kantor kelurahan sedang dalam proses renovasi. Acara ini dihadiri oleh Lurah Pallantikang, para ketua RW dan RT, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah warga yang mengikuti dengan antusias.

Kepala Wilayah Kelurahan Pallantikang Maros, Faisal, S.Ag, dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah kelurahan dan masyarakat Pallantikang menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah nyata memajukan pemberdayaan perempuan dan industri rumah tangga.

“Melalui dukungan dari dosen ADPERTISI, kami berharap pemberdayaan perempuan dalam penerapan industri rumah tangga di Kelurahan Pallantikang dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.

Upaya ini juga memberikan pengetahuan baru dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola usaha rumah tangga lebih efektif,” ujar Faisal.

Dosen Pendamping PKM Nasional ke-6 ADPERTISI 2024 di Maros, Fitriyanti, ST.,MT., menyatakan bahwa PKM ini terlaksana sebagai komitmen dosen yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penerapan industri rumah tangga.

“Industri rumah tangga bagi pemberdayaan perempuan sangat menarik karena dapat dikerjakan di rumah dan tidak mengganggu aktivitas ibu rumah tangga dalam menjalankan tugas utama sebagai istri dan ibu. Ini juga mampu membantu menopang ekonomi keluarga,” tambah Fitriyanti.

Masyarakat Kelurahan Pallantikang menunjukkan antusiasme besar, mengharapkan adanya permintaan pendampingan lebih lanjut dan bantuan alat yang bisa digunakan untuk meningkatkan mutu industri rumah tangga.

Tim PKM Nasional ADPERTISI Kelompok 6 terdiri atas dosen pendamping Fitriyanti, ST.,MT. (Universitas Lamappapoleonro Soppeng) dan para anggota: Ir. Yultan Demmanggasa, M.Si., Kasnawati, ST.,M.Si., Yuli Kusdiah, ST.,M.Si., Dr. Ir. Meny Sriwati, ST.,MT., Ir. Rafilus Sampe, ST., MM., Misbahuddin, ST.,MT., Oktavia Ronhab Patandung, ST.,MM., Evayanti Tirtania Lantang, ST.,MT., Netty Herawati, ST.,MT., Dr. Ir. Mahyuddin, ST.,MT.,IPM ASEAN Eng., dan Amran, ST., M.Ling.

Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa pemberdayaan adalah strategi penting untuk meningkatkan peran perempuan dalam ekonomi, terutama pengaturan ekonomi rumah tangga. Pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, khususnya industri rumah tangga.

“Pemberdayaan perempuan dalam industri rumah tangga perlu menciptakan iklim yang kondusif, dengan mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki, serta menciptakan aksesibilitas terhadap berbagai peluang yang menjadikannya semakin berdaya,” pungkasnya.

Industri rumah tangga adalah usaha skala kecil yang menggunakan modal kecil, teknologi sederhana, dan tenaga kerja yang relatif kecil. Usaha ini dikenal sebagai industri rumahan yang memanfaatkan rumah sebagai pusat produksi, pemasaran, dan administrasi.

Pemberdayaan perempuan dalam industri rumah tangga juga perlu menciptakan tindakan perlindungan terhadap potensi yang dimiliki untuk mencegah persaingan yang tidak seimbang dan cenderung eksploitasi.

Dengan demikian, kegiatan PKM Nasional ADPERTISI ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan keluarga di Kelurahan Pallantikang, Maros.(***)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending