KATADIA BONE || Setiap datangnya bulan suci Ramadan, tak elok rasanya jika warga tak merasakan nikmatnya jajanan untuk berbuka puasa atau disebut Takjil yang sudah merupakan tradisi masyarakat disemua daerah termasuk Kabupaten Bone saat memasuki bulan suci Ramadan.
Dari sekian banyak tempat berkumpulnya penjual Takjil dadakan atau hanya hadir saat ramadan, salah satu tempat yang menjadi idola berburu Takjil yakni stand MARASA dari puluhan stand lainnya berjejer di sepanjang Jalan Besse Kajuara (Beskar), Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone.
Salah satu warga yang tinggal di sekitar Jl.Besse Kajuara menuturkan hampir setiap Ramadan jl Beskar dipenuhi masyarakat dengan semua tingkat sosial baik yang berkendaraan mobil ataupun roda terkadang ada beli melalui jasa Go-Jek, termasuk hari kedelapan puasa setiap stand diserbu warga, Sabtu (8/3/2025).
Dari tahun ke tahun puluhan stand yang menjual aneka makanan dan minuman semakin bertambah namun ada dua stand yang sangat ramai dan sering warga kehabisan yakni MARASA dan Depan Marasa yang menjajakan menu menggugah selera warga untuk mendapatkan jenis makanan atau minuman terlebih harga dipasarkan serba 5000.
Salah seorang penjual Takjil, Risnawati mengatakan mulai menyiapkan jajanannya pukul 14.00 wita, sebab warga sudah mulai memadati jalan Beskar pukul 15.00 Wita dan Puncaknya pukul 17.30 wita.
Setiap tahun, masyarakat menikmati aneka jenis takjil yang tersedia di pasar kuliner Ramadan ini, mulai Pisang Ijo, Es Cendol, Es Buah, makanan korea, aneka kue tradisional, lauk-pauk, hingga buah-buahan hadir untuk memanjakan lidah.
Risna mengatakan Risos sayur paling diminati setiap hari habis dan mengaku omset penjualan lumayan besar dibanding diluar ramadan.
Tokoh Pemuda Andi Akbar berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone bisa melirik lokasi ini untuk lebih tertata rapih agar masyarakat tidak kemana mana sebab mereka hadir dengan ide sendiri bukan dilakukan secara bisnis walau ada kegiatan kuliner yang berpusat di lapangan merdeka namun warga tidak sedikit ingin berbuka bersama keluarga dirumah sehingga lebih berburu takjil.
“Saya apresiasi pemerintah yang memberikan kelonggaran selama ramadan tidak melarang dari pelaku UMKM untuk menjual jajanan Jenis makanan dan minuman”, ujar Andi Akbar.
Ada puluhan stand makanan berjejer memanjakan mata pengunjung.
Mulai dari aneka minuman dingin, kue, makanan tradisional, sop, hingga sate.
Selama delapan hari ini, Risna mengaku, ada ratusan kue gorengan terjual dan habis
“Banyak yang cari makanan tradisional ini, perhari kita jual sekitar 500-an kue. Termasuk Ayam goreng yang kadang sudah ada pesanan lebih dahulu ” tutur Risnawati. (Dhany)