Oleh: Asnawin Aminuddin
Di ujung selatan tanah Celebes perahu -perahu Pinisi merentang layar menyibak gelombang membawa nama bangsa dari dermaga kecil hingga samudra raya
Di dada anak-anak Bugis tertanam siri’ yang menegakkan harga diri dan pacce yang menguatkan empati — itulah sayap yang tak terlihat tapi sanggup mengangkat negeri ini terbang tinggi
Dari rumah-rumah Tongkonan yang tegak gagah kisah leluhur ditutur dalam ukiran kayu hidup dalam napas Toraya yang setia menjadi sayap kebudayaan yang lestari
Dalam jejak Lontara yang bijak dan halus terukir ilmu, hukum, dan sastra masa silam mewarnai langit Indonesia dengan tinta kearifan dari tangan para pujangga Makassar
Baju Bodo yang anggun berwarna-warni berjalan bersama Songkok Recca yang bersahaja menjadi lambang kemuliaan dan martabat sayap keindahan yang membentuk citra Nusantara
Anak-anak Gowa, Bone, Luwu, dan Selayar menari dalam irama Gandrang dan Kipas menghentak bumi menggetarkan langit menyuarakan: “Kami bagian dari Indonesia yang merdeka!”
Sayap-sayap ini bukan dari bulu dan angin melainkan dari nilai, budaya, dan cinta negeri Dari sawah, laut, dan gunung kami bertumbuh menjadi kekuatan yang menopang Indonesia maju
Maka, biarlah kami terus terbang dalam semangat yang tak pernah padam mengibar bendera di dada dengan Sulawesi Selatan sebagai salah satu sayapnya menuju Indonesia yang adil, makmur, dan mulia
Makassar, 26 Juli 2025