KATADIA MAKASSAR || Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 di SD Inpres Cilallang berlangsung penuh semangat dan antusiasme, Senin (14/7/2025).
Para siswa baru tampak bersemangat memasuki dunia pendidikan formal untuk pertama kalinya, didampingi oleh orang tua mereka.
Yang membuat MPLS di SD Inpres Cilallang berbeda dari sekolah lain adalah penyambutan istimewa melalui tradisi lokal. Siswa baru disambut dengan tradisi Angaru, sebuah simbolisasi budaya Bugis-Makassar yang sarat makna.
Tradisi ini diperankan oleh siswa senior sebagai bentuk penyambutan dan kepercayaan dari orang tua kepada pihak sekolah untuk mendidik anak-anak mereka.
“Angaru merupakan simbol penyerahan dan kepercayaan. Orang tua menyerahkan anaknya kepada sekolah untuk dididik dengan penuh tanggung jawab dan cinta,” ujar Kepala SD Inpres Cilallang, Hj. Hasniah, saat dikonfirmasi.
Hari kedua MPLS yang jatuh pada Selasa, 15 Juli 2025, juga berlangsung penuh nuansa kultural. Sebelum masuk ke ruang kelas, para siswa baru kembali disambut dengan tarian Paduppa, yang merupakan tradisi penyambutan tamu kehormatan.
Dengan iringan musik tradisional dan busana adat, kakak kelas tampil memukau menyuguhkan pertunjukan yang sarat makna.
Selain mengenalkan budaya lokal, pihak sekolah juga memperkenalkan tata tertib dan aturan yang berlaku kepada orang tua siswa. Hj. Hasniah menegaskan pentingnya kedisiplinan sejak hari pertama.
“Orang tua yang mengantar siswa wajib berpakaian rapi dan sopan. Mereka tidak diperkenankan masuk ke dalam kelas. Setelah dua minggu pertama, pengantaran hanya dibolehkan sampai di pintu gerbang,” jelasnya.
Pengenalan aturan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian sejak dini pada siswa baru. Sekolah berharap, melalui perpaduan antara budaya lokal dan kedisiplinan, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berintegritas.
MPLS di SD Inpres Cilallang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai kegiatan edukatif dan menyenangkan, sebagai bekal awal bagi siswa menapaki dunia pendidikan formal.(**)