KATADIA MAKASSAR || Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan kerja dari tim Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) di Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (18/7). Pertemuan ini membahas rencana pembangunan Stasiun National Maritime Security System (NMSS) di Kota Makassar sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan laut nasional di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Dalam pertemuan tersebut, Laksamana Pertama Sigit Winarko, S.T., CHRMP, selaku Direktur Data dan Informasi Bakamla RI, menyampaikan bahwa pembangunan stasiun pemantauan di Makassar merupakan program strategis yang telah dirancang sejak 2020.
“Tujuan utama kami adalah membangun stasiun untuk pengamanan dan keselamatan maritim di wilayah laut Makassar,” ujar Sigit Winarko.
Stasiun NMSS tersebut akan dilengkapi dengan teknologi modern, termasuk radar, kamera jarak jauh (long-range camera), kristal eyes, dan berbagai sensor pendeteksi untuk memastikan kemampuan deteksi dini dan pemberian peringatan terhadap potensi gangguan di perairan.
Sigit menambahkan bahwa kerja sama peminjaman lahan telah dijalin sejak 2022, dan kini Bakamla tengah memasuki tahap persiapan pembangunan. Ia pun berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar agar proyek ini dapat segera direalisasikan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik rencana strategis tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk mendukung pembangunan NMSS, namun tetap menekankan perlunya kajian mendalam agar tidak mengganggu proyek strategis lainnya yang tengah digagas, khususnya di kawasan Untia.
“Kami tentu sangat mendukung program ini karena menyangkut keselamatan dan keamanan wilayah laut kita. Apalagi Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia bagian timur yang sangat strategis,” ungkap Munafri, yang akrab disapa Appi.
Appi juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola aset sebagai fondasi utama dalam mendukung proyek strategis nasional dan daerah.
“Kami sangat konsen soal pengelolaan aset, karena ke depan setiap pembangunan harus berpijak pada aturan yang kuat. Ini menyangkut keberlanjutan dan kepastian hukum dalam pengembangan kota,” jelasnya.
Menurutnya, kawasan Untia kini menjadi fokus pengembangan jangka panjang, sehingga seluruh rencana pembangunan yang menyangkut wilayah tersebut harus dikaji secara terpadu dan strategis. Ia pun mendorong terwujudnya komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan mitra strategis untuk menyatukan visi dan solusi.
“Kita butuh komunikasi yang terbuka dan intens agar setiap rencana berjalan dengan saling memahami dan saling mendukung,” tegas Appi.
Dengan sinergi antara Bakamla dan Pemkot Makassar, pembangunan Stasiun NMSS diharapkan dapat memperkuat pengawasan laut nasional serta menjadikan Makassar sebagai salah satu simpul utama pertahanan maritim Indonesia di kawasan timur.