KATADIA MAKASSAR || Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, mendorong terjalinnya sinergitas yang kuat antara Pemerintah Kota Makassar dan Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAPI) Sulawesi Selatan, khususnya dalam mendukung program prioritas pemerintahan Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika (Mulia) yang menitikberatkan pada sektor infrastruktur.
Hal ini disampaikan Sekda Zulkifly usai menerima audiensi dari pengurus IAPI Sulsel di Ruang Rapat Sekda Lantai 3 Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (4/7/2025).
“Saya kira kehadiran IAPI ini bisa membantu memberikan masukan mengenai perencanaan, utamanya di sektor infrastruktur. Apalagi, program strategis kita salah satunya ada di infrastruktur,” ujar Zulkifly.
Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap program pembangunan. Menurutnya, keberhasilan perencanaan dapat berdampak langsung pada peningkatan iklim investasi di daerah.
“Kami juga saat ini dalam tahap penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang. Nah, kita harap IAPI Sulsel bisa membantu Pemkot Makassar dalam proses ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IAPI Sulsel Firdaus mengungkapkan bahwa pihaknya siap memperkuat kolaborasi kelembagaan dengan Pemkot Makassar. Ia menyebut bahwa IAPI selama ini telah aktif dalam berbagai proses penyusunan rencana tata ruang di Makassar.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas secara kelembagaan antara IAPI dan Pemkot. Kolaborasi ini penting demi penyusunan perencanaan wilayah yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Firdaus menambahkan, ke depan pihaknya akan mendorong penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IAPI dan Pemkot Makassar. MoU tersebut akan mencakup pelibatan ahli dalam penyusunan dokumen perencanaan hingga proses perizinan.
“Tujuannya agar kontribusi IAPI bisa lebih nyata dalam perbaikan penataan wilayah di Kota Makassar,” pungkasnya.
Dengan kerja sama ini, diharapkan Pemkot Makassar mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang tidak hanya terencana secara teknis, namun juga adaptif terhadap kebutuhan kota yang terus berkembang.