Terhubung dengan kami

Kab Bone

Simulasi Penanganan Bencana oleh Dinas Damkar Bone di Tiga Sekolah

Dipublikasikan

pada

KATADIA BONE || Dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone menggelar simulasi penanganan kebakaran di tiga sekolah sekaligus, yakni SMA Negeri 1 Bone, SMA Negeri 13 Bone, dan MAN 1 Bone, Jumat (25/07/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya edukatif kepada para pelajar mengenai prosedur penanggulangan kebakaran dan pentingnya peran aktif masyarakat dalam situasi darurat.

Sebelum simulasi dimulai, petugas Damkar terlebih dahulu melakukan inspeksi terhadap alat-alat proteksi kebakaran di sekolah, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), rambu jalur evakuasi, tanda titik kumpul, dan jalur keluar evakuasi darurat.

Simulasi yang berlangsung di halaman sekolah ini melibatkan guru, siswa, serta petugas Damkar. Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan pelatihan langsung mengenai penggunaan APAR, teknik pemadaman api sederhana secara tradisional, serta pemasangan stiker nomor posko Damkar di area rawan kebakaran sekolah.

Salah satu skenario penting yang diperagakan adalah evakuasi saat terjadi kebakaran di ruang kelas. Di bawah bimbingan petugas Damkar, siswa diajarkan cara menggunakan jalur evakuasi secara cepat dan tertib, lalu berkumpul di titik aman sesuai standar penanggulangan bencana.

“Kami ingin para pelajar tidak hanya paham secara teori, tetapi juga siap secara praktik apabila terjadi kebakaran. Edukasi semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya keselamatan sejak dini,” ujar Ir. Akbar, ST., MT, Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelamatan Dinas Damkar Bone.

Dalam kegiatan ini, siswa juga dibekali pengetahuan tentang berbagai jenis kebakaran dan cara pencegahannya, seperti bahaya penggunaan alat listrik yang tidak diawasi atau penyimpanan bahan mudah terbakar di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk kampanye keselamatan, Damkar Bone juga mengajak siswa untuk turut menyebarluaskan informasi keselamatan dengan memasang poster-poster edukatif di berbagai titik strategis sekolah.

Harapannya, budaya peduli keselamatan bisa tertanam kuat di lingkungan pendidikan.

Simulasi ini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter siswa yang tanggap terhadap bencana serta memiliki kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pembekalan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keselamatan lingkungan sekolah dan sekitarnya.

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending