KATADIA MAROS–PANGKEP || Komandan Korem (Danrem) 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, memberikan klarifikasi terkait penemuan benda di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Minggu 18/01
Ia menegaskan bahwa benda yang ditemukan oleh tim SAR gabungan bukanlah kotak hitam (black box) seperti kabar yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menjelaskan, benda tersebut merupakan bagian dari serpihan atau komponen pesawat, namun bukan alat perekam data penerbangan yang menjadi elemen krusial dalam proses investigasi kecelakaan udara.
“Apa yang ditemukan oleh tim di lapangan sejauh ini belum berupa black box. Itu adalah bagian dari struktur atau komponen pesawat, tapi bukan kotak hitam,” ujar Danrem saat memberikan keterangan di Posko Aju operasi SAR.
Ia menambahkan, hingga kini fokus utama tim SAR gabungan masih terbagi antara proses evakuasi korban dan pencarian material penting lainnya dari badan pesawat. Kondisi medan di Gunung Bulusaraung yang sangat ekstrem, dengan tingkat kemiringan mencapai 90 derajat di sejumlah titik, menjadi kendala utama dalam proses pencarian dan pengamanan puing-puing pesawat.
Meski demikian, Danrem memastikan seluruh unsur TNI bersama Basarnas dan instansi terkait tetap melakukan penyisiran secara intensif dan teliti di sekitar koordinat jatuhnya pesawat. Upaya ini dilakukan untuk menemukan seluruh komponen utama pesawat, termasuk black box yang dibutuhkan dalam mengungkap penyebab kecelakaan.
“Investigasi penyebab kecelakaan sepenuhnya akan menjadi kewenangan pihak berwenang setelah seluruh komponen utama berhasil ditemukan,” katanya.
Danrem 141/Toddopuli juga menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penuh operasi SAR di lapangan. “Kami terus mendukung upaya Basarnas, baik dalam proses evakuasi korban maupun pengamanan material pesawat yang ditemukan,” pungkasnya.(**)