Pemkot Makassar
Pemkot Makassar Tegaskan Komitmen Dukung Kegiatan Keagamaan, Bahas Ambulans dan Layanan Sosial Yayasan Tajdidul Imam
Dipublikasikan
5 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Dukungan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pasangan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA).
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Yayasan Tajdidul Imam di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Makassar, Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (27/1/2026).
Sekda Makassar Andi Zulkifly menyampaikan bahwa dukungan Pemkot Makassar terhadap Yayasan Tajdidul Imam telah dibahas dalam sejumlah pertemuan sebelumnya, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan pemandian jenazah serta agenda-agenda keagamaan lainnya.
“Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan terkait pemandian jenazah dan agenda-agenda keagamaan lainnya. Pada prinsipnya, Pemkot Makassar sangat mendukung. Pak Wali Kota juga memberikan lampu hijau kepada yayasan maupun pihak-pihak yang bergerak untuk kepentingan umat,” ujar Andi Zulkifly.
Terkait bantuan ambulans, Sekda yang akrab disapa Zul menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Makassar menerapkan mekanisme pinjam pakai, bukan hibah. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan regulasi serta status pengadaan kendaraan yang masih tergolong baru.
“Ambulans ini sifatnya pinjam pakai. Kenapa tidak dihibahkan? Karena kendaraan tersebut merupakan hasil pengadaan tahun 2025. Untuk hibah ada syarat dan proses tersendiri, sehingga mekanisme yang paling benar saat ini adalah pinjam pakai untuk keperluan umat,” jelasnya.
Meski demikian, Zul membuka peluang hibah di masa mendatang apabila regulasi telah memungkinkan.
“Ke depan, kalau regulasi sudah memungkinkan, tentu ada potensi untuk dilakukan hibah,” tambahnya.
Ia berharap keberadaan ambulans tersebut dapat membantu Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang keagamaan dan kemanusiaan.
“Semoga ini bisa membantu pemerintah kota dalam melayani masyarakat dan umat, khususnya dalam pelayanan keagamaan,” tuturnya.
Selain ambulans, Pemkot Makassar juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan kain kafan bagi warga kurang mampu. Pengadaan kain kafan tersebut dianggarkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar.
“Untuk kain kafan, kami anggarkan melalui Dinas Sosial. Tahun lalu tersedia sekitar 1.300 kain kafan, dan pada tahun 2026 direncanakan sebanyak 2.000 kain kafan,” ungkapnya.
Sekda menegaskan bahwa pemberian kain kafan diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu dan harus memenuhi persyaratan administratif.
“Pemberian kain kafan ini untuk masyarakat kurang mampu, dengan syarat melampirkan surat keterangan tidak mampu dan wajib memiliki KTP Makassar. Proses pengajuannya langsung ke Dinas Sosial,” tegas Andi Zulkifly.
Ia juga menekankan bahwa penyaluran kain kafan tidak dilakukan melalui kelurahan maupun organisasi kemasyarakatan guna menghindari potensi kecemburuan sosial.
“Penyaluran tidak diberikan ke kelurahan atau organisasi masyarakat. Kita jaga agar tidak menimbulkan kecemburuan dari pihak lain,” katanya.
Sementara itu, terkait insentif bagi pemandi jenazah dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Sekda Makassar mengakui hingga saat ini belum terdapat penambahan insentif.
“Berdasarkan laporan, memang belum ada penambahan insentif untuk pemandi jenazah. Saat ini bagian Kesejahteraan Rakyat masih mencari formula agar program ini bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Adapun untuk BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Makassar telah memasukkan program tersebut sebagai salah satu prioritas, namun dengan persyaratan tertentu.
“BPJS Ketenagakerjaan masuk dalam program prioritas pemerintah kota, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya kategori pekerja rentan,” pungkas Andi Zulkifly.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Tajdidul Imam, KH Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas dukungan yang selama ini diberikan dalam menunjang kegiatan sosial dan pelayanan kemanusiaan yayasan tersebut.
Kiai Sudirman menyebutkan bahwa berbagai bantuan dan dukungan pemerintah telah dirasakan secara nyata, termasuk pada tahun ini berupa fasilitas pinjam pakai satu unit mobil ambulans.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah selama ini. Alhamdulillah, kerja sama dengan Yayasan Tajdidul Imam sudah berjalan dengan baik, dan tahun ini kami kembali mendapatkan bantuan berupa hak pinjam pakai mobil ambulans, sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Ia berharap ke depan kerja sama antara pemerintah dan yayasan dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam pemenuhan perlengkapan operasional serta dukungan bagi tenaga kesehatan, terutama para pemandi jenazah.
“Insya Allah ke depan, penggunaan perlengkapan bisa lebih banyak bekerja sama. Termasuk dukungan bagi tenaga kesehatan, khususnya pemandi jenazah, agar dapat terus memberikan pelayanan dengan baik,” katanya.
Selain itu, Yayasan Tajdidul Imam juga menyoroti pentingnya jaminan keselamatan dan kesejahteraan bagi para relawan. Saat ini, jumlah pemandi jenazah yang tergabung di yayasan tersebut mencapai lebih dari 100 orang dengan risiko kerja yang cukup tinggi.
“Jumlah pemandi jenazah kami lebih dari 100 orang. Risiko kecelakaan cukup besar, sehingga kami berharap adanya perlindungan seperti asuransi kecelakaan dan jaminan hari tua bagi teman-teman pejuang kemanusiaan di yayasan ini,” tuturnya.
Yayasan Tajdidul Imam berharap dukungan Pemerintah Kota Makassar dapat terus berlanjut dari tahun ke tahun agar yayasan semakin mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan sosial secara maksimal. (*)


Munafri Hadiri Gala Dinner Rakernas APEKSI 2026 di Medan

DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Trending
Makassar6 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional








