KATADIA MAKASSAR || Arifin Majid, anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Golkar, menilai Kecamatan Tamalate sebagai salah satu wilayah yang menunjukkan soliditas dan kebersamaan kader yang cukup kuat.
Hal tersebut disampaikan dalam verifikasi Faktual Kecamatan Tamalate di laksanakan di Kompleks Hartaco Indah Blok 4 Q no. 26 Jalan Dg Tata pada Minggu 08/2
Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan riak maupun konflik internal di struktur Golkar Tamalate, sehingga menjadi modal penting dalam mengawal kebijakan dan program Pemerintah Kota Makassar ke depan.
“Alhamdulillah, di Kecamatan Tamalate ini tidak ada riak-riak. Kebersamaannya luar biasa, dan inilah yang kita harapkan ke depan, terutama dalam mengawal kebijakan serta program-program Wali Kota,” ujar Arifin.
Ia menegaskan bahwa kehadiran dan partisipasi aktif seluruh pengurus partai di tingkat kecamatan dan kelurahan sangat dibutuhkan, mengingat banyak program strategis Wali Kota Makassar yang harus dikawal selama lima tahun ke depan.
Arifin mengajak seluruh kader untuk tidak terlalu jauh memikirkan agenda politik berikutnya, melainkan fokus membantu menyukseskan program yang telah dicanangkan pemerintah saat ini.
“Sekarang kita berpikir bagaimana membantu Pak Wali Kota menyukseskan program-program yang sudah dicanangkan. Kita patut bersyukur karena banyak janji beliau yang langsung dilaksanakan di awal masa jabatan, bukan di akhir. Ini memberi waktu panjang untuk menyempurnakan jika masih ada kekurangan,” katanya.
Arifin juga membandingkan dengan kepemimpinan sebelumnya yang cenderung merealisasikan janji di akhir masa jabatan, sehingga ketika tidak terpilih kembali, banyak program tidak sempat diselesaikan.
Menurutnya, pola kepemimpinan Wali Kota saat ini menunjukkan perencanaan yang matang dan komitmen kuat terhadap janji politik.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD, Arifin menyebut dirinya sebagai penyambung aspirasi masyarakat dan kader Golkar. Ia menegaskan tidak mungkin semua pengurus duduk di legislatif, sehingga peran anggota dewan menjadi penting sebagai penghubung antara struktur partai, masyarakat, dan pemerintah.
“Saat ini Golkar memang baru satu kursi di DPRD. Tapi ke depan, insyaallah bisa bertambah menjadi dua atau tiga kursi, asalkan kita semua bekerja maksimal dan solid,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya strategi pemetaan wilayah dan pengelolaan basis suara agar tidak terjadi persaingan internal sesama kader di satu titik yang sama.
Arifin mencontohkan perolehan kursi partai lain yang meski suaranya tidak terlalu besar, namun mampu meraih kursi lebih banyak karena pemetaan dan strategi yang matang.
“Ke depan, kita harus pintar memetakan wilayah. Jangan berebut di basis yang sama. Kita harus masuk ke basis yang bukan milik kita, itu yang harus direbut,” tegasnya.
Terkait dinamika politik di tingkat akar rumput, Arifin juga menyinggung hasil pemilihan RT dan RW yang dinilainya perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Ia mendorong agar pengurus kecamatan dan kelurahan melakukan pemetaan ulang serta konsolidasi dengan pemerintah setempat untuk memperkuat basis dan jaringan partai.
Ia pun mengingatkan seluruh kader agar tetap setia dan tidak mudah terpengaruh oleh godaan atau ajakan dari pihak lain, termasuk munculnya partai-partai baru yang berupaya menarik pengurus Golkar.
“Kita ini sudah nyaman di pohon beringin. Biar angin kencang, tidak akan tergoyahkan. Kalau ada persoalan, sampaikan ke kami di fraksi, saya siap menjadi penghubung untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah,” pungkasnya.(**)