Terhubung dengan kami

Kab Selayar

Operasi SAR Lansia Hilang di Perkebunan Alasa Selayar Resmi Ditutup, Hasil Nihil

Dipublikasikan

pada

Operasi pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di daerah perkebunan Alasa, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, resmi ditutup

KATADIA SELAYAR || Operasi pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di daerah perkebunan Alasa, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, resmi ditutup pada Selasa (3/2/2026) setelah dilaksanakan selama tujuh hari oleh tim SAR gabungan. Penutupan operasi dilakukan dengan hasil nihil.

Korban diketahui bernama Abd. Wahab (70), yang dilaporkan belum kembali sejak berangkat berjalan kaki pada Sabtu (25/1/2026) sekitar pukul 07.30 Wita untuk mengunjungi rumah keluarganya di Dusun Unjuruyya, Desa Tanete. Informasi terakhir menyebutkan korban sempat terlihat oleh warga pada Minggu siang di area kebun Alasa, namun kejadian tersebut baru dilaporkan kepada Basarnas Makassar pada Rabu, 28 Januari 2026.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa selama tujuh hari pelaksanaan operasi SAR, tim telah melakukan penyisiran secara maksimal di berbagai sektor pencarian.

“Operasi SAR telah dilaksanakan selama tujuh hari dengan melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Pos SAR Selayar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Batangmata, BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, serta masyarakat sekitar. Tim melakukan pencarian hingga radius kurang lebih sepuluh kilometer dari lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan korban, namun hingga penutupan operasi hari ini, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Andi Sultan.

Ia menjelaskan, selama proses pencarian, tim SAR gabungan tidak menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan korban, yang menjadi salah satu kendala utama di lapangan selain luasnya area pencarian.

“Tidak ditemukannya jejak atau petunjuk keberadaan korban menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan, ditambah luasnya wilayah perkebunan yang harus disisir,” jelasnya.

Selain penyisiran langsung, tim SAR gabungan juga melakukan langkah antisipatif dengan menyebarkan informasi kepada desa-desa sekitar lokasi pencarian agar masyarakat segera melaporkan apabila menemukan atau melihat tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami telah menyampaikan informasi kepada desa-desa tetangga agar apabila masyarakat menemukan atau melihat korban, dapat segera melaporkan kepada aparat setempat atau kantor Basarnas terdekat,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada hari penutupan operasi telah dilakukan proses debriefing bersama pihak keluarga korban.

“Sore ini, bersama pihak keluarga, tim SAR gabungan melakukan debriefing dengan penandatanganan berkas bahwa keluarga telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pencarian terhadap korban,” tutup Andi Sultan.

Dengan ditutupnya operasi SAR tersebut, pencarian selanjutnya akan dilakukan secara terbatas melalui pemantauan informasi dari masyarakat. Basarnas Makassar tetap membuka jalur koordinasi dan siap melakukan tindak lanjut apabila terdapat laporan baru terkait keberadaan korban.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending