Terhubung dengan kami

Kab Takalar

Refleksi Setahun, Bupati Takalar Paparkan Capaian dan Transformasi Digital

Dipublikasikan

pada

Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar seremoni Refleksi Setahun Hari Kerja Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030

KATADIA TAKALAR || Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar seremoni Refleksi Setahun Hari Kerja Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030 pada Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus pemaparan capaian kinerja satu tahun pasangan Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Hengky Yasin.

Acara yang dimulai pukul 15.00 WITA itu dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, hingga organisasi keagamaan.

Seluruh undangan tampil serasi mengenakan busana muslim bernuansa putih, menghadirkan suasana religius yang khidmat di tengah bulan suci Ramadan.

Dalam paparannya, Bupati Firdaus Daeng Manye memperkenalkan “Gerbang Transformasi” sebagai ikon baru Kabupaten Takalar dengan konsep futuristik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan fisik semata tidak cukup tanpa revolusi mental aparatur.

“Transformasi daerah yang sesungguhnya harus berakar dari perubahan mental dan paradigma para aparaturnya,” tegasnya di hadapan peserta refleksi.

Selain itu, Bupati Daeng Manye menekankan dua langkah strategis untuk mendorong kemajuan daerah, yakni memperkenalkan potensi Takalar secara lebih luas serta membangun jejaring dukungan untuk percepatan pembangunan.

Dalam upaya modernisasi layanan publik, Pemerintah Kabupaten Takalar juga mencanangkan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP).

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat integrasi berbagai layanan administrasi guna meningkatkan efisiensi birokrasi serta mempermudah akses masyarakat dan pelaku usaha.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Takalar mencatatkan perbaikan signifikan pada sejumlah indikator ekonomi.

Tingkat kemiskinan turun menjadi 7,27 persen dari sebelumnya 7,75 persen pada 2024. Tingkat pengangguran berhasil ditekan ke angka 3,76 persen dari 3,84 persen.

Sementara itu, Gini Rasio yang mencerminkan ketimpangan ekonomi juga menurun menjadi 0,34 dari 0,385, menunjukkan pemerataan yang semakin membaik.

Pencapaian tersebut disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang bertajuk “Dari Visi Menuju Bukti”, yang menjadi fondasi menuju program Takalar Digital 2029.

Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan IPM serta transformasi digital yang terintegrasi.

“Hari ini, angka-angka statistik membuktikan bahwa arah kita sudah tepat. Kami tidak hanya bekerja; kami membangun pondasi yang kokoh untuk masa depan Takalar,” ujar Bupati dalam laporannya.

Sebagai simbol penguatan fondasi intelektual, Bupati Daeng Manye turut menyerahkan 100 buku dalam rangka visi “Pondasi 2025”. Penyerahan tersebut dimaknai sebagai langkah awal gerakan literasi yang lebih masif di Takalar.

“Transformasi yang kita impikan tidak hanya soal infrastruktur fisik seperti Mall Pelayanan Publik, tetapi juga transformasi intelektual. Seratus buku ini adalah simbol dimulainya gerakan literasi yang lebih kuat di Takalar,” pungkasnya(**)

 

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending