Terhubung dengan kami

POLITIK

DPRD Makassar Gelar Monev Triwulan I 2026, Soroti Rendahnya Realisasi Anggaran dan Kendala Persampahan

Dipublikasikan

pada

Komisi-komisi DPRD Kota Makassar menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) triwulan pertama Tahun Anggaran 2026

KATADIA MAKASSAR || Komisi-komisi DPRD Kota Makassar menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) triwulan pertama Tahun Anggaran 2026 bersama mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (01/04/2026). Khusus di Komisi A, rapat menghadirkan para camat dan lurah se-Kota Makassar.

Rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi realisasi penggunaan anggaran di tingkat kecamatan dan kelurahan selama tiga bulan pertama tahun berjalan.

Anggota Fraksi PKS DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, mengungkapkan bahwa hingga memasuki triwulan pertama, realisasi anggaran di sejumlah kecamatan dan kelurahan masih tergolong rendah.

“Hari ini kita masuk rapat monitoring dan evaluasi untuk mendengar realisasi penggunaan anggaran oleh camat dan lurah se-Kota Makassar. Yang saya lihat, belum ada yang sampai 20 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan agar penggunaan anggaran tetap mengacu pada fungsi dan peruntukan yang telah ditetapkan, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Selain membahas realisasi anggaran, rapat juga menyoroti berbagai keluhan yang disampaikan para camat dan lurah, terutama terkait persoalan persampahan di wilayah masing-masing.

Menurut Andi Hadi, salah satu kendala utama di lapangan adalah keterbatasan armada pengangkut sampah yang dinilai belum memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Kesimpulannya memang ada keterbatasan armada pengangkutan sampah. Dulu sempat ada rencana penganggaran pembelian sejumlah unit mobil sampah untuk mendukung pelayanan masyarakat, khususnya pengangkutan sampah di seluruh kecamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan tersebut akan dibawa dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD untuk dicarikan solusi penganggaran ke depan.

“Insya Allah kami di DPRD terbuka dengan semua keluhan itu dan akan mencoba menganggarkan pembelian armada sampah agar pelayanan ke masyarakat bisa lebih optimal,” tegasnya.

Tak hanya soal jumlah armada, kondisi kendaraan operasional yang ada juga menjadi sorotan. Sejumlah armada lama disebut kerap mengalami kerusakan akibat usia pakai yang sudah cukup tua.

“Armada-armada lama ini sering masuk bengkel. Sementara bengkel yang ada hanya di kantor PU, sehingga ketika rusak, perbaikannya bisa berbulan-bulan karena antrean kendaraan yang cukup banyak,” ungkapnya.

Untuk itu, DPRD mendorong adanya bengkel perbaikan di setiap kecamatan guna mempercepat proses perbaikan kendaraan operasional.

Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan pengangkutan sampah di Kota Makassar dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait penanganan sampah di wilayah masing-masing.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending