KATADIA MAKASSAR || Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa menyerahkan bonus dan apresiasi kepada kafilah Kota Makassar yang menorehkan prestasi pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Penyerahan bonus berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (9/5/2026), dalam suasana penuh apresiasi dan kebanggaan atas capaian para peserta kafilah.
Pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tersebut, kontingen Kota Makassar berhasil meraih 47 gelar juara dari berbagai kategori lomba dan menempatkan diri sebagai Juara 2 Umum. Sejumlah peserta terbaik bahkan dipersiapkan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada MTQ tingkat nasional.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Makassar memberikan bonus berupa uang tunai kepada para peserta kafilah berprestasi.
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pembinaan generasi muda yang mencintai Al-Quran.
“Pemkot Makassar menyiapkan berbagai macam bonus atau penghargaan kepada para kafilah yang telah mengukir prestasi. Ini hal yang sangat positif karena kita ingin terus meningkatkan minat mengaji anak-anak muda untuk bisa menjadi generasi-generasi Quran ke depan,” ujar Appi.
Meski Kota Makassar berhasil menempati posisi Juara 2 Umum, Appi menegaskan target pemerintah kota pada pelaksanaan MTQ berikutnya adalah meraih Juara Umum tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan kafilah di masa mendatang.
“Ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi Kota Makassar. Target saya sebenarnya Juara Umum. Tapi insyaallah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih baik lagi pada MTQ berikutnya,” katanya.
Appi menegaskan, target menjadikan Makassar sebagai Juara Umum MTQ bukan sekadar mengejar trofi, melainkan sebagai indikator meningkatnya kemampuan masyarakat dalam membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menilai MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi momentum penting dalam membangun generasi Qurani yang memiliki pemahaman keagamaan kuat dan mampu memberi pengaruh positif di tengah masyarakat.
Keberhasilan para peserta muda Kota Makassar, lanjutnya, menunjukkan tumbuhnya semangat kompetitif sekaligus kecintaan terhadap Al-Quran di kalangan generasi muda.
“Pemerintah Kota Makassar harus punya andil dalam menciptakan generasi Qurani yang mampu memberikan pengaruh positif di mana pun mereka berada,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Appi turut mengapresiasi peran para pelatih, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, serta dukungan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar yang selama ini bersinergi dalam pembinaan keagamaan dan pengembangan prestasi kafilah.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Kota Makassar untuk terus meningkatkan minat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi MTQ berikutnya dengan hasil yang lebih baik.(**)