Terhubung dengan kami

Kab Barru

Bupati Barru Turun Langsung Nilai Kinerja OPD, Reformasi Birokrasi Dipercepat

Dipublikasikan

pada

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari

KATADIA MAKASSAR || Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan akan melakukan penilaian langsung terhadap kinerja seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya mempercepat reformasi birokrasi di Kabupaten Barru.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Asistensi Penyusunan Peta Proses Bisnis Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Barru Tahun 2025–2029 yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Makassar, Sabtu (1/8/2026).

Dalam sambutannya, Andi Ina mengawali dengan menyoroti tingkat kehadiran para pimpinan OPD dan camat. Menurutnya, agenda strategis yang berkaitan dengan penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun kebijakan pemerintah provinsi harus dihadiri langsung oleh pejabat yang bertanggung jawab dan tidak boleh diwakilkan tanpa alasan yang mendesak.

“Saya tidak terima jika hal strategis seperti ini pimpinan OPD-nya tidak hadir tanpa alasan mendesak. Kedisiplinan dan keberadaan pimpinan sangat menentukan arah jalannya pemerintahan,” tegasnya.

Sebagai bentuk penguatan tata kelola pemerintahan, Bupati mengungkapkan bahwa dirinya mengelola secara langsung sistem evaluasi kinerja jajaran birokrasi yang dilakukan setiap tiga bulan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menilai capaian masing-masing pimpinan perangkat daerah.

Ia menegaskan tidak akan ragu memberikan penilaian rendah kepada pejabat yang tidak mampu memenuhi target maupun kesepakatan kinerja yang telah ditetapkan.

Selain menyoroti kedisiplinan, Andi Ina juga meminta seluruh kepala perangkat daerah mengoptimalkan fungsi organisasi dengan memberdayakan seluruh jajaran, mulai dari kepala bidang hingga staf, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Menurutnya, praktik pemusatan pekerjaan hanya kepada ASN tertentu atau berdasarkan kedekatan personal harus dihentikan karena dapat menghambat efektivitas organisasi.

“Gunakan struktur organisasi yang ada. Saya akan turun langsung ke OPD dan mengecek ke bawah, memastikan seluruh ASN diberdayakan sesuai tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Di sisi lain, Bupati memberikan apresiasi atas capaian Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Barru Tahun 2025 yang berhasil mencapai nilai 73,99 dengan kategori BB (Sangat Baik). Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada pada kategori B.

Meski demikian, ia mengingatkan agar hasil evaluasi dari pemerintah pusat tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata. Seluruh perangkat daerah diminta melakukan evaluasi terhadap peta proses bisnis sedikitnya satu kali setiap tahun serta menyelaraskannya dengan rencana strategis dan rencana kerja masing-masing.

Andi Ina menilai peta proses bisnis memiliki peran penting sebagai pedoman dalam mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang efektif, sekaligus menjadi instrumen untuk menghindari pemborosan anggaran.

Menurutnya, setiap rupiah anggaran daerah harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Tanpa peta proses bisnis yang tepat, birokrasi akan kehilangan orientasi dalam menghasilkan output dan outcome yang nyata bagi warga. Kita ingin memangkas duplikasi tugas demi menghindarkan daerah dari pemborosan anggaran,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Ina juga menepis isu adanya praktik transaksional dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barru. Ia memastikan seluruh proses penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja.

“Saya tidak pernah meminta apa pun. Yang saya minta hanya satu, tunjukkan kinerja terbaik. Itulah yang akan saya nilai sampai akhir masa jabatan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati berharap seluruh peserta mengikuti asistensi secara serius sehingga penyusunan peta proses bisnis dapat menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi birokrasi yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Saya tidak sedang mengejar jabatan berikutnya. Yang saya pikirkan adalah bagaimana amanah lima tahun ini bisa saya tuntaskan dengan sebaik-baiknya dan berdampak bagi masyarakat. Mari bersama memperbaiki birokrasi dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Barru,” tutupnya.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending