KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) memanfaatkan ajang Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO XXXV Tahun 2026 untuk memperkenalkan berbagai peluang investasi strategis kepada investor nasional maupun mancanegara melalui forum Business Matching yang berlangsung di Hotel Claro Makassar.
Forum bergengsi tersebut dihadiri sedikitnya 14 duta besar negara sahabat, investor nasional, serta pelaku usaha internasional. Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, tampil sebagai narasumber utama dengan mengangkat tema “Kaltara: Episentrum Baru Ekonomi Hijau & Hilirisasi.”
Dalam paparannya di Ruang VIP Legend 1 Hotel Claro Makassar, Gubernur Zainal mempresentasikan materi berjudul “Membuka Gerbang Peluang di Kawasan Industri Berkelanjutan dan Infrastruktur Masa Depan Indonesia”, yang memuat berbagai potensi investasi serta arah pengembangan ekonomi Kalimantan Utara.
Ia menjelaskan, Kalimantan Utara yang kini memasuki usia ke-14 memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung, baik darat maupun laut, dengan Malaysia dan Filipina. Kondisi tersebut dinilai menjadi keunggulan tersendiri bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di wilayah dengan tingkat persaingan bisnis yang masih relatif rendah.
“Kalimantan Utara masih merupakan provinsi yang berkembang sehingga persaingan usaha di berbagai sektor belum terlalu padat. Pemerintah provinsi siap memberikan pendampingan serta kemudahan perizinan terpadu bagi investor yang ingin menanamkan modalnya,” ujar Zainal.
Dalam forum tersebut, Pemprov Kaltara menawarkan sejumlah proyek strategis di berbagai sektor. Pada bidang energi hijau, pemerintah membuka peluang investasi pembangunan PLTA Mentarang dan PLTA Sungai Kayan dengan total kapasitas mencapai 9.000 megawatt (MW). Energi yang dihasilkan nantinya akan menopang kebutuhan listrik Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) seluas sekitar 30.000 hektare.
Di sektor infrastruktur, pemerintah menawarkan pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor serta proyek jalan tol strategis yang akan menghubungkan Tanjung Selor dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sementara itu, sektor hilirisasi hasil laut dan industri pengolahan juga menjadi fokus investasi. Peluang yang ditawarkan meliputi pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Tarakan dan Nunukan, pengembangan kawasan perikanan organik untuk komoditas udang windu, kepiting, dan bandeng, hingga pembangunan pabrik minyak goreng dengan kapasitas produksi 50.000 hingga 100.000 ton per bulan.
Tak hanya itu, sektor pertanian dan perkebunan juga dipromosikan melalui pengembangan kawasan kakao dan kopi di Kabupaten Malinau, serta komoditas unggulan khas daerah seperti Garam Gunung Krayan dan Beras Adan organik yang memiliki kualitas tinggi.
Gubernur Zainal berharap forum Business Matching menjadi wadah untuk memperluas jejaring kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan investor global, diplomat, dan pelaku usaha internasional.
“Melalui sesi business matching ini, Pemprov Kaltara siap memperluas sinergi dan kolaborasi strategis bersama para diplomat serta pelaku usaha mancanegara demi percepatan pembangunan daerah,” tutupnya.