Terhubung dengan kami

Kesehatan

Dinkes Makassar Imbau Warga Waspada Penyakit Musim Hujan, Leptospirosis hingga DBD Mengintai

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Menjelang musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit yang rentan muncul saat curah hujan tinggi dan genangan air.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Makassar, dr. Andi Mariani, menyampaikan bahwa beberapa penyakit cenderung meningkat di musim hujan, terutama pada wilayah yang rawan banjir. Salah satu yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Leptospirosis, yang kasusnya tercatat meningkat dalam tiga tahun terakhir, terutama di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya.

“Leptospirosis biasanya bersumber dari kencing tikus yang mengandung bakteri Leptospira dan terbawa melalui genangan air. Jika masyarakat memiliki luka terbuka pada kaki dan terkena air tersebut, bakteri dapat langsung masuk ke tubuh,” jelas Andi Mariani, Selasa (4/11/2025).

Gejala penyakit ini sering menyerupai gejala umum penyakit lain seperti demam, namun salah satu ciri yang membedakan adalah warna urine penderita yang dapat tampak seperti air teh. Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini dapat menyerang organ ginjal dan berpotensi berakibat fatal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengingatkan bahwa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga kerap meningkat pada periode Oktober hingga Desember. Untuk itu, masyarakat diminta menerapkan Gerakan 3M Plus dalam pencegahan.

Gerakan 3M Plus tersebut meliputi:

1. Menguras tempat penampungan air secara rutin minimal satu kali seminggu,

2. Menutup rapat tempat penampungan air,

3. Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Adapun tambahan Plus antara lain menggunakan lotion anti-nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kelambu saat tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.

“Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan. Jika pengendalian sarang nyamuk dilakukan bersama, maka penyebaran DBD dapat ditekan,” ujar Nursaidah.

Dinkes Makassar mengajak seluruh warga untuk tetap waspada dan proaktif menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari potensi penularan penyakit selama musim penghujan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending